BLORA, Lingkarjateng.id – Menjelang periode mudik lebaran 2026, Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora memasang 58 unit penerangan jalan umum (PJU) di beberapa ruas jalan kabupaten.
Kabid Sarana Prasarana Perlengkapan Jalan (SPPJ) Dinrumkimhub Blora, Peny Astuti, mengatakan pemasangan 58 PJU tersebut saat ini masih berproses. Ia berharap pada masa mudik atau H-7 lebaran dapat berfungsi secara optimal.
“Ada 58 titik yang dipasang PJU baru. Semuanya di jalan kabupaten. Yaitu ruas jalan Cabak-Bleboh dan ruas jalan Keser-Nglangitan,” ujar Peny, Jumat, 6 Maret 2026.
Dinrumkimhub Blora terus melakukan penyisiran terhadap PJU yang masih tertutup ranting pohon, yang mengakibatkan penerangan jalan tidak optimal.
“Itu (perimpisan ranting pohon) sudah masuk pengerjaan setiap hari ya, rutin kita. Kalau menjelang lebaran, kita lebih tingkatkan lagi, terutama jalan-jalan yang ramai atau jalur mudik. Yaitu jalan nasional dan provinsi,” terangnya.
Lantaran cuaca cenderung hujan disertai angin kencang, Peny menyebut hal itu menjadi pemicu kerusakan PJU yang ada di Kabupaten Blora baik dari kerusakan komponen maupun arus listrik PJU putus.
“Selama ini (penyisiran) PJU aman dan menyala. Terkecuali setelah hujan lebat, yang mengakibatkan rusak MCB atau komponen lainya. Itu situasional, kalau yang mati karena usia dan tidak diganti lampunya tidak ada. Kalau yang hilang, tidak ada hilang,” terangnya.
Pihaknya juga memastikan traffic light hingga warning light (lampu hati-hati) dalam kondisi baik, dan tidak memiliki gangguan, dalam menghadapi masa mudik Lebaran.
“Warning light kita pastikan berfungsi semua. Kalau untuk traffic light milik kita banyak, dari kunduran, Todanan, Blora, Cepu, Randublatung dan Kradenan,” jelasnya.
Pihaknya akan menyiagakan personel selama arus mudik dan balik lebaran sehingga bila terdapat laporan kerusakan PJU atau Sarpras jalan yang tidak optimal akan segera diperbaiki.
“Bahkan pada hari H-Lebaran kalau ada laporan, ya tetap akan diperbaiki pada hari itu juga,” terangnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa
































