Kudus (lingkarjateng.id) – Sepekan sudah para korban terdampak banjir Desa Jetis Kapuan, Kecamatan Jati berada di Posko Pengungsian Gedung Muslimat NU, Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.
Dari informasi yang dihimpun, hingga hari Rabu (21/1/2026) hari ini tercatat masih ada sebanyak 433 warga korban terdampak banjir masih mengungsi di posko tersebut.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris berkesempatan mengunjungi lokasi posko pengungsian di Gedung Muslimat NU untuk memastikan kondisi para pengungsi tetap sehat serta pelayanan dengan baik, Rabu (21/1).
Sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga korban terdampak banjir, Bupati Sam’ani menghadirkan terapis tunanetra dari Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra (PPSDSN) Pendowo Kudus di lokasi posko pengungsian tersebut.
Tujuannya yakni untuk memberikan terapi relaksasi bagi para pengungsi. Fasilitas pijat ini memberikan layanan kesehatan fisik dan psikologis terhadap warga yang terdampak, sekaligus wujud pelayanan sosial yang inklusif.
“Hari ini kita kunjungi posko pengungsian di Loram Kulon, tepatnya di Gedung Muslimat NU. Kita ingin memastikan pengungsi dalam kondisi sehat dan tetap mendapatkan perhatian,” kata dia disela-sela berada di lokasi posko pengungsian.
Sam’ani menambahkan kehadiran terapis tunanetra di posko pengungsian diharapkan mampu membantu menjaga kebugaran dan semangat para pengungsi di tengah situasi sulit.
“Hari ini kita datangkan terapis dari Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra (PPSDSN) Pendowo,” ujarnya.
“Terima kasih kepada teman-teman tunanetra yang telah membantu memberikan terapi relaksasi kepada para pengungsi,” imbuh Sam’ani.
Menurutnya, terapi tersebut diharapkan mampu membuat kondisi para pengungsi lebih segar serta menjaga semangat positif di tengah masa pengungsian.
“Setelah terapi ini, para pengungsi bisa lebih fresh, segar, dan tetap tersenyum walaupun berada di pengungsian. Semoga teman-teman tunanetra dan para pengungsi selalu diberi kesehatan,” pungkasnya.
Dengan memberdayakan penyandang disabilitas sebagai bagian dari semangat gotong royong dan solidaritas sosial Kabupaten Kudus juga bagian membantu menjaga kebugaran dan ketenangan pengungsi korban banjir. ***
Jurnalis : Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor : Fian
































