REMBANG, Lingkarjateng.id – Rembang memiliki minuman khas yang menyegarkan. Namanya legen atau air nira. Kuliner ini bisa ditemukan di sepanjang jalan arah Rembang-Blora, tepatnya di Desa Kedungrejo ke selatan.
Rahmi, pedagang legen asal Desa Pranti, Kecamatan Sulang bercerita bahwa legen yang ia jual diproduksi dari pohon siwalan atau pohon bogor.
Ia mengatakan pohon bogor bisa diambil manfaat buahnya. Namun apabila menginginkan legen, harus melalui proses membelah manggar atau bunga dari pohon bogor. Lalu menampung tetesan manggar dengan bumbung (sejenis wadah dari bambu).
“Manggar atau bunga dibelah, lalu netes di bumbung, sehari ngambilnya dua kali, jam 6 pagi dan jam 4 sore,” terang Rahmi, Rabu, 25 Juni 2025.
Rahmi mengaku telah menggeluti usaha legen selama 23 tahun. Dalam jangka waktu tersebut, ia telah melihat perubahan yang signifikan baik harga maupun permintaan legen. Menurutnya, penjualan legen selalu ramai saat bulan Ramadhan menjelang Hari Raya, dan tiap hari libur.
“Dulu legen sebotol cuma Rp 1.500 sampai sekarang sudah Rp 15.000,” ungkap Rahmi.

Tidak hanya minuman legen dan siwalan, melalui lapaknya Rahmi juga menjual beragam olahan siwalan lainnya, yaitu gula juroh, gula jawa, dan dumbeg. Semua produk ini diproduksi sendiri oleh pedagang legen, sehingga kualitasnya terjamin.
Sebagai informasi, lapak jualan legen dan olahannya cukup ramai dikunjungi pembeli terutama pada hari liburan dan akhir pekan. Banyak pelanggan yang datang dari arah Blora, mengingat lokasi lapak yang strategis di jalur menuju Blora. Pedagang legen di sepanjang jalan ini buka setiap harj dari jam 9 pagj hingga jam 5 sore.
Jurnalis: Muhammad Faalih
Editor: Sekar S





























