PATI, Lingkarjateng.id – Bupati Pati nonaktif, Sudewo, menyoroti mandeknya realisasi perbaikan jalan di Kabupaten Pati yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan. Ia menilai kinerja Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Risma Ardhi Chandra lamban meski anggaran telah disiapkan sejak akhir 2025.
Program perbaikan infrastruktur jalan tersebut sebelumnya dijanjikan akan segera berjalan usai asistensi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di pertengahan April lalu. Namun hingga pertengahan Mei 2026, realisasinya belum tampak di lapangan.
Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat. Pasalnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) telah memastikan bahwa anggaran untuk perbaikan jalan sudah tersedia dan siap digunakan.
Sudewo menegaskan bahwa dirinya bersama DPRD telah menyepakati alokasi anggaran sebesar Rp210 miliar dalam APBD 2026, dengan fokus pada pembangunan dan perbaikan jalan, khususnya di wilayah pelosok Kabupaten Pati.
Ia pun mengingatkan Pemerintah Kabupaten Pati agar segera menindaklanjuti apa yang sudah direncanakan di 2025. Menurutnya, keterlambatan realisasi berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
“Kepada warga Pati bahwa saya bersama DPRD sudah menetapkan APBD tahun 2026 untuk pembangunan atau perbaikan infrastruktur jalan sebesar Rp210 miliar yaitu untuk cor beton dan aspal hotmix. Tolong jangan dikurangi dan digunakan sebaik-baiknya,” kata Sudewo usai menjalani pemeriksaan oleh KPK di Jakarta, Rabu 13 Mei 2026.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network
Editor: Rosyid































