SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mempercepat pengembangan energi ramah lingkungan.
Memasuki pertengahan tahun 2026, jumlah kendaraan listrik di Jawa Tengah tercatat mencapai 22.434 unit dengan dukungan 283 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di berbagai daerah.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng, Agus Sugiharto, menyatakan peningkatan kendaraan listrik menjadi bagian penting dari upaya transisi energi bersih di Jawa Tengah yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
“Hingga triwulan 2026 tercatat ada 22.434 unit kendaraan listrik yang didukung dengan perkembangan teknologi SPKLU berjumlah 283 unit di Jawa Tengah,” katanya saat membuka acara peringatan Hari Bumi 2026 bertema “Our Power Our Planet” di Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu, 13 Mei 2026.
Selain kendaraan listrik, Jawa Tengah juga mencatat peningkatan signifikan dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Infrastruktur energi hijau yang telah terbangun di antaranya PLTMH sebesar 38 megawatt, PLTA 322 megawatt, serta PLTS atap mencapai 89,5 megawatt.
Tak hanya itu, pemanfaatan energi ramah lingkungan juga dikembangkan melalui biogas sebesar 40 ribu meter kubik, PLTSa atau pengolahan sampah menjadi energi sebesar 8 megawatt, hingga pengembangan PLTP Dieng yang saat ini terus berjalan.
Agus menegaskan, peringatan Hari Bumi menjadi momentum memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong energi bersih dan ekonomi hijau di Jawa Tengah. “Acara kegiatan Hari Bumi ini merupakan wadah inspiratif yang memperkuat transisi energi dan ekonomi hijau di Jawa Tengah,” ujarnya.
Pemprov Jateng juga memberikan apresiasi kepada PT PLN (Persero), perguruan tinggi termasuk Universitas Diponegoro, serta berbagai pihak yang selama ini mendukung pengembangan energi terbarukan dan akses listrik bagi masyarakat.
Selain penguatan energi hijau, Pemprov Jateng juga mendorong keterlibatan masyarakat melalui gerakan ekonomi hijau berbasis rumah tangga bersama PKK dan Posyandu.
Agus berharap kesadaran masyarakat terhadap penggunaan energi bersih terus meningkat sehingga pembangunan berkelanjutan di Jawa Tengah dapat berjalan lebih optimal.
“Kami berharap kegiatan energi bersih dan pengembangan ekonomi industri hijau dapat terus berjalan baik dengan dukungan seluruh pihak,” pungkasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa






























