CILACAP, Lingkarjateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap mencatat 34 kejadian bencana dalam satu bulan terakhir atau per April 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, mengungkapkan bahwa rentetan bencana tersebar merata di 29 desa yang mencakup 12 kecamatan.
Beberapa wilayah yang terdampak cukup parah, meliputi Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Cimanggu, Cipari, Sidareja, Kedungreja, Bantarsari, Kawunganten, Jeruklegi serta Kawasan perkotaan Cilacap.
“Cuaca ekstrem masih menjadi kejadian yang paling dominan selama April 2026. Selain itu, tanah longsor juga terjadi secara masif di sejumlah titik,” jelas Taryo dalam keterangan yang diterima pada Rabu, 13 Mei 2026.
Bencana yang terjadi membawa dampak nyata bagi warga dan korban. Selain kerugian materi, BPBD mencatat tiga korban jiwa dalam kategori kejadian lainnya, yakni penemuan mayat di wilayah Kecamatan Wanareja.
“Dampak amukan alam ini terlihat jelas pada kondisi hunian warga; sebanyak 89 rumah dilaporkan terdampak. Luka fisik bangunan ini bervariasi, mulai dari 77 rumah yang mengalami rusak ringan hingga dua unit rusak sedang. Namun yang paling memprihatinkan, enam rumah warga tercatat rusak berat dan empat bangunan lainnya roboh hingga rata dengan tanah.” terangnya.
Fasilitas publik juga terdampak. Tercatat 1 sekolah, 9 akses jalan, 1 jembatan, serta belasan tempat usaha dan area persawahan mengalami kerusakan serius.
Secara sosial, bencana ini memukul kehidupan 206 jiwa (66 KK). Sebanyak 20 warga terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi demi mencari keamanan dari ancaman susulan.
Berdasarkan kalkulasi tim di lapangan, total kerugian ekonomi akibat rentetan bencana selama April 2026 ini diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni Rp617.550.000.
Mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif, Taryo mengimbau masyarakat untuk tetap siaga, terutama bagi mereka yang tinggal di zona rawan longsor dan wilayah dengan banyak pohon besar.
“Warga kami minta waspada dan segera melapor kepada pemerintah desa maupun petugas BPBD jika terjadi kondisi darurat. Kecepatan laporan sangat menentukan ketepatan penanganan kami di lapangan,” tegasnya.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network






























