SEMARANG, Lingkarjateng.id – Imam Teguh Purnomo resmi memimpin DPD II Partai Golkar Kabupaten Wonosobo setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang digelar di Horison Inn Alaska Kota Semarang, Jumat, 24 Juli 2026.
Kepemimpinan baru DPD II Partai Golkar Wonosobo diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi internal sekaligus mendorong regenerasi kader untuk meningkatkan elektabilitas Partai Golkar di Wonosobo.
Imam mengatakan langkah pertama yang akan dilakukan usai ditetapkan sebagai ketua adalah mengonsolidasikan seluruh elemen partai. Menurutnya, soliditas kader menjadi fondasi utama untuk memperkuat organisasi sekaligus menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
“Yang jelas program kita kawal ke depan pertama adalah konsolidasi semua seluruh kader. Kita gerakkan semua seluruh kader Golkar yang ada di Wonosobo,” ujarnya.
Selain memperkuat konsolidasi, Imam menilai regenerasi kader menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Ia ingin mengubah pandangan bahwa Partai Golkar hanya identik dengan kalangan usia tua, dengan membuka ruang lebih luas bagi generasi milenial dan Gen Z.
“Karena kan ke depan pasti jumlah pemilih lebih banyak yang muda-muda, 65 persen pemilih muda. Nah, bagaimana kita harus bisa juga mencari kader kader muda di Wonosobo ini untuk bergabung,” lanjutnya.
Regenerasi kader tersebut juga menjadi bagian dari strategi Partai Golkar untuk meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kabupaten Wonosobo. Saat ini Golkar memiliki empat kursi, dan pada pemilu mendatang pihaknya menargetkan penambahan menjadi minimal enam kursi.
“Posisi sekarang kan kursi di DPRD Wonosobo ada empat ya. Saya punya target satu Dapil bisa ada kursinya lah, berarti target kita minimal bisa enam kan,” tegas Imam yang juga anggota DPRD Jateng.
Ia meyakini target tersebut dapat dicapai. Terlebih, meningkatnya popularitas Ketua Umum Partai Golkar yang menjabat sebagai Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, turut memberikan dampak positif terhadap elektabilitas partai di tengah masyarakat.
Di sisi lain, Imam mengajak seluruh kader untuk mengakhiri berbagai dinamika yang sempat muncul selama proses Musda. Ia berharap seluruh pengurus dan kader kembali bersatu demi membesarkan Partai Golkar di Kabupaten Wonosobo.
“Saya harap ke depan mari kita bersama-sama perselisihan itu udah kita lupakan. Kita bersama-sama membawa Partai Golkar di Wonosobo meraih kemenangan dalam agenda-agenda politik ke depan,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD I Golkar Jawa Tengah Anton Lemi menegaskan bahwa penetapan Imam Teguh sebagai Ketua Golkar Kabupaten Wonosobo telah dilakukan sesuai mekanisme organisasi dan memiliki dasar hukum yang sah.
Anton berharap kepengurusan baru segera bergerak melakukan konsolidasi organisasi, baik dari sisi personel, program, maupun penyempurnaan struktur kepengurusan hingga tingkat kecamatan.
Ia juga mengajak seluruh kader mengedepankan semangat persaudaraan dan meninggalkan perbedaan yang muncul selama proses Musda. Menurut Anton, Golkar merupakan rumah bersama yang harus dibangun secara kolektif oleh seluruh kader.
“Bahwa kita adalah satu, kita adalah keluarga besar partai. Ini rumah kita, ayo kita bangun bareng-bareng. Agar rumah kita indah, rumah kita sejuk, rumah kita kerasan untuk ditinggali dan bisa menarik orang lain untuk berdiam, berdomisili, membersamai di rumah Partai Golkar,” ucapnya.
Ketua DPD Golkar Jawa Tengah Mohammad Saleh turut mengucapkan selamat terpilihnya Ketua DPD II Golkar Kabupaten Wonosobo. Ia berharap kepengurusan baru dapat segera bekerja melakukan konsolidasi organisasi, memperkuat soliditas kader, serta menyusun program yang mampu memperbesar peran partai di tengah masyarakat.
“Musda merupakan bagian dari mekanisme demokrasi di internal partai. Karena itu, seluruh kader diharapkan kembali bersatu dan meninggalkan berbagai dinamika yang terjadi selama proses pemilihan,” ucap Wakil Ketua DPRD Jateng ini.
Dengan kebersamaan dan kekompakan, Saleh optimistis DPD II Golkar Kabupaten Wonosobo mampu meningkatkan kinerja organisasi sekaligus meraih hasil yang lebih baik pada agenda-agenda politik mendatang.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network



























