GROBOGAN, Lingkarjateng.id – SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, yang mengalami kerusakan parah akhirnya mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin meninjau kondisi bangunan sekolah sekaligus menyalurkan bantuan Rp50 juta dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Jumat, 24 Juli 2026. Peninjauan tersebut dilakukan atas arahan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Diketahui SD Negeri Tanggirejo mengalami kerusakan parah hingga beberapa ruang kelas nyaris roboh akibat usia bangunan dan serangan rayap.
Sadimin menegaskan bahwa dana bantuan UPZ tidak diperbolehkan digunakan untuk memperbaiki bangunan sekolah yang rusak. Dana tersebut khusus dialokasikan untuk pengadaan maupun perbaikan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.
“Jangan dipakai untuk revitalisasi bangunan ini (yang roboh), ini digunakan untuk membeli kursi, meja yang rusak atau alat lain yang dibutuhkan untuk sarana dan prasarana,” ujar Sadimin.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu sekolah memenuhi kebutuhan fasilitas belajar meski di tengah keadaan yang kurang nyaman.
Sementara untuk rehabilitasi bangunan sekolah, kata dia, Pemprov Jateng telah menyiapkan bantuan revitalisasi yang bersumber dari pemerintah pusat.
Menurutnya, Pemprov Jateng telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah agar SD Negeri Tanggirejo mendapatkan bantuan tersebut.
“Pemprov Jawa Tengah ikut membantu percepatan perbaikan. Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui BBPMP Jawa Tengah, dan insya Allah sekolah ini memperoleh bantuan revitalisasi. Minggu depan akan dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama,” katanya.
Ia menambahkan, pencairan dana revitalisasi ditargetkan berlangsung pada Agustus 2026 sehingga rehabilitasi lima ruang kelas yang rusak dapat segera dimulai.
Selama proses perbaikan berlangsung, kata dia, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih dinilai aman agar guru dan siswa tetap bisa melangsungkan pembelajaran.
“Insya Allah Agustus dana sudah cair sehingga bangunan yang rusak bisa segera diperbaiki,” ujarnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Sekar






























