KENDAL, Lingkarjateng.id – Pondok Pesantren APIK Kaliwungu menjadi sasaran Spesialis Keliling Mendekatkan Layanan Kesehatan Masyarakat (Speling Melesat) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Senin, 7 September 2026.
Kegiatan Speling Melesat tersebut merupakan upaya mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat terutana yang sulit menjangkau dokter spesialis.
Pelaksana tugas Camat Kaliwungu, Pratikto Joko Wijayanto, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, layanan kesehatan yang langsung menyasar lingkungan pondok pesantren sangat penting untuk memastikan kondisi kesehatan para santri tetap terpantau.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Karena melalui kegiatan Speling ini para santri mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi dan memeriksakan kondisi kesehatannya secara langsung, termasuk skrining TB,” kata Pratikto.
Pratikto menyampaikan bahwa lingkungan pondok pesantren yang dihuni banyak santri dalam satu kawasan membutuhkan perhatian khusus dalam hal kesehatan. Pemeriksaan dan deteksi dini dinilai penting agar apabila ditemukan indikasi penyakit dapat segera ditindaklanjuti.
“Selain pelayanan dokter spesialis, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan skrining penyakit TB terhadap para santri Pondok Pesantren APIK. Skrining menjadi bagian penting dalam upaya menemukan kasus secara dini sekaligus mencegah potensi penularan di lingkungan pesantren,” terangnya.
Pelaksanaan Speling Melesat berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda), Puskesmas Kaliwungu dan RSJD dr Amino Gondohutomo Semarang yang kini bertransformasi menjadi rumah sakit umum milik Pemprov Jateng menghadirkan sejumlah dokter spesialis.
“Para santri mendapatkan layanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan sesuai dengan kebutuhan, termasuk pelayanan psikiatri mulai anak hingga geriatri, psikologi, rehabilitasi psikososial, serta dokter umum. Selian itu juga ada pemeriksaan TB,” ungkapnya.
Pratikto berharap layanan kesehatan Speling Melesat tersebut dapat terus digelar dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara langsung.
“Dengan adanya pemeriksaan dan skrining seperti ini, kita berharap kesehatan para santri bisa lebih terpantau dan jika ada penyakit dapat diketahui sejak dini. Harapannya kegiatan Speling ini bisa terus digelar dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan dokter spesialis,” pungkasnya. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa






























