KENDAL, Lingkarjateng.id– Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kendal mendukung launching Desa Wisata Tubing Genting Program GARDU (Genting Agro-Edu Eco Experience) pada Jumat, 4 September 2026.
Program GARDU berkolaborasi antara BUMDes Desa Getas Kecamatan Singorojo bersama Tim PPK Ormawa BEM FIK dan Para Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro Semarang (Udinus)
Launching Wisata Tubing Genting Program GARDU yang dipimpin Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari tersebut dinilai mampu kembali menggeliatkan potensi wisata alam di Kecamatan Singorojo tersebut.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengenalkan kembali Tubing Genting kepada masyarakat luas dan stakeholder pariwisata.
Pada momen yanga sama diluncurkan pula website, pemanfaatan teknologi augmented reality (AR), pengenalan produk UMKM Desa Getas, hingga penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Desa Getas dan Udinus.
Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kendal, Ahmad Syahrul Falah, mengatakan,l Tubing Genting memiliki daya tarik tersendiri karena menawarkan wisata petualangan menyusuri aliran Sungai Genting menggunakan ban pelampung.
Destinasi tersebut dikelola BUMDes Mitra Mandiri dengan memanfaatkan aliran Sungai Genting sepanjang kurang lebih dua kilometer yang masih asri dan alami.
“Disporapar Kabupaten Kendal menyambut baik karena Tubing Genting merupakan salah satu daya tarik wisata yang bagus, khususnya bagi masyarakat yang memiliki minat memacu adrenalin,” ujarnya.
Menurutnya, potensi alam yang dimiliki Tubing Genting sangat menjanjikan untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata petualangan sekaligus bagian dari desa wisata di Kabupaten Kendal.
Syahrul berharap krgiatan launching dapat menjadi titik awal kebangkitan kembali Tubing Genting. Bahkan, Bupati Kendal turut mengajak salah satu calon investor di bidang pariwisata untuk melihat langsung potensi yang ada.
“Harapannya apabila menjanjikan, investor bisa menggelontorkan investasi. Tubing Genting ini bagus, alamnya juga menjanjikan,” katanya.
Ia menilai, semakin banyak wisatawan yang datang, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengelola wisata. Kehadiran wisatawan diyakini mampu menciptakan efek berantai bagi perekonomian masyarakat sekitar.
UMKM hingga peluang kerja bagi masyarakat akan ikut tumbuh seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.
“Kalau nanti banyak dikunjungi wisatawan, multiplier effect-nya bagus. Ekonomi tumbuh, UMKM tumbuh, parkiran dibuka, dan orang yang tadinya menganggur bisa bekerja,” jelasnya.
Ia berharap Tubing Genting dapat berkembang menjadi salah satu desa wisata unggulan yang ikut mewarnai sektor pariwisata Kendal.
“Harapan kami Tubing Genting menjadi salah satu desa wisata di Kendal, tumbuh menjadi besar dan mewarnai wahana wisata di Kendal, sesuai tagline kita, ‘Ayo Dolan Kendal Ra’,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan launching Desa Wisata Tubing Genting Program GARDU merupakan tahap awal untuk memperkenalkan kembali potensi wisata tersebut kepada masyarakat dan para stakeholder.
Menurutnya, sektor pariwisata perlu terus didorong karena dalam tiga tahun terakhir terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan.
“Selama tiga tahun terakhir, jumlah kunjungan wisatawan mengalami penurunan, yaitu sebesar 44 persen pada tahun 2023-2024 dan 79 persen pada tahun 2025,” ujarnya.
Menurut Bupati, keberadaan Program GARDU diharapkan mampu menjadi pemantik untuk menghidupkan kembali aktivitas wisata di Tubing Genting. Ia juga menekankan bahwa pengembangan wisata harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar.
“Semoga tempat ini mendatangkan berkah ekonomi bagi warga Getas dan sekitar. UMKM lokal, warung, dan penyedia parkir tentu ikut merasakan peningkatan pendapatan,” katanya.
Namun, ia mengingatkan pengelola dan wisatawan agar tidak mengabaikan aspek lingkungan. Sebagai wisata alam berbasis air, kebersihan sungai harus menjadi perhatian bersama.
Ia meminta seluruh pengelola dan pengunjung tidak membuang sampah di sepanjang aliran Sungai Genting.
Selain kebersihan, faktor keselamatan wisatawan juga harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan Tubing Genting.
“Faktor keselamatan atau safety bagi wisatawan harus menjadi prioritas utama pengelola,” tegasnya.
Ketua Pelaksana PPK Ormawa BEM FIK Udinus, Binfilio Andri, mengatakan, pengembangan Tubing Genting merupakan bagian dari komitmen Udinus dalam memberdayakan masyarakat sekaligus membangkitkan kembali potensi pariwisata Desa Getas.
Menurutnya, Tubing Genting sebenarnya bukan destinasi baru. Sebelumnya, wisata tersebut pernah beroperasi dan ramai dikunjungi wisatawan.
Namun, pandemi Covid-19 yang disusul keterbatasan sumber daya manusia serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital membuat jumlah kunjungan wisatawan mengalami penurunan drastis.
“Pengembangan ini merupakan wujud komitmen Udinus dalam memberdayakan masyarakat setempat serta membangkitkan kembali potensi pariwisata Tubing Genting yang sempat mengalami penurunan,” katanya.
Ia berharap, dengan dukungan teknologi, UMKM lokal, dan kolaborasi berbagai pihak, wisata tersebut diharapkan mampu menjadi motor baru perekonomian Desa Getas sekaligus memperkuat wajah wisata petualangan di Kabupaten Kendal. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa
































