KENDAL, Lingkarjateng.id – Kabupaten Kendal kembali masuk tiga besar dalam penilaian Kompetisi Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) dan Inovasi Daerah tingkat nasional, setelah melewati tahapan penilaian terakhir yang digelar di Jakarta pada 1 September 2026.
Dalam tahapan penilaian terakhir tersebut, paparan terkait perencanaan pembangunan Kabupaten Kendal disampaikan langsung oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, didampingi Sekretaris Daerah Kendal Agus Dwi Lestari dan Kepala Bapperida Kendal.
Sebelumnya, Kabupaten Kendal berhasil meraih juara pertama tingkat Jawa Tengah, sehingga berhak mewakili provinsi dalam kompetisi di tingkat nasional.
Kepala Bidang Kepemudaan Disporapar Kendal, Retno Kurniawati, mengatakan salah satu program unggulan yang menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah dan turut mendapat perhatian dalam penilaian tersebut adalah SEMANIS KAMU (Sekolah Mahir Bisnis dan Kewirausahaan Pemuda).
“Program Semanis Kamu merupakan salah satu program unggulan dari perencanaan pembangunan daerah. Ini menjadi salah satu item penilaian, selain aspek-aspek lainnya. Ada lima aspek yang dinilai dalam kompetisi tersebut,” ujarnya, Jumat 4 September 2026.
Menurut Retno, Semanis Kamu merupakan program pengembangan kewirausahaan muda yang dirancang secara berkelanjutan, mulai dari tahap pengenalan hingga pengembangan usaha.
“Rangkaian program diawali dengan sosialisasi kewirausahaan yang menyasar pelajar, mahasiswa, komunitas, pesantren, hingga kelompok kepemudaan lainnya. Selanjutnya, peserta mendapatkan berbagai pelatihan teknis, mulai dari pelatihan kewirausahaan pemuda, sekolah bisnis pemuda, hingga kompetisi wirausaha,” terangnya.
Selain itu, kata dia, Disporapar juga memfasilitasi akses kemitraan dengan berbagai pihak.
“Kami juga memfasilitasi dan membantu wirausaha muda yang sudah berkembang untuk mendapatkan kemitraan. Salah satunya melalui CSR perusahaan swasta, Baznas maupun Rumah Zakat,” jelasnya.
“Harapannya tentu program kewirausahaan muda semakin berkembang. Wirausaha muda di Kendal juga semakin banyak mendapatkan fasilitasi, baik pelatihan, kemitraan maupun program lainnya,” harapnya.
Menurutnya, pengembangan wirausaha muda menjadi semakin penting seiring dengan pesatnya industri di Kendal.
“Kendal menuju Kabupaten Industri, wirausaha muda jangan hanya menjadi penonton. Mereka harus bisa menjadi suplai maupun masuk dalam rantai pasok di KIK,” tegasnya.
Program Semanis Kamu pun mulai menunjukkan hasil. Salah satu contoh wirausaha muda yang berkembang dari program tersebut adalah Azam Muwaffaqon, pemilik usaha konveksi Azmov Apparel.
“Azmov Apparel bergerak di bidang pembuatan jersey custom dan pakaian olahraga, mulai dari jersey sepak bola, basket, lari, hingga pakaian untuk kegiatan gowes atau funbike,” tambahnya.
Ia menyebut, Azmov Apparel saat ini telah memiliki sekitar 40 karyawan dan bahkan telah menjadi salah satu penyedia kebutuhan di KIK. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar






























