JAKARTA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusung trisula pembangunan daerah, takni peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan pertumbuhan ekonomi, dan penurunan kemiskinan.
Rencana pembangunan tersebut dipaparkan dalam penilaian tahap tiga ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Selasa, 1 September 2026.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengungkapkan pertumbuhan pada semester I 2026 tercatat sebesar 5,80 persen lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,45 persen. Pada saat yang sama, angka kemiskinan tercatat 9,21 persen dan tingkat pengangguran terbuka 4,3 persen.
Di sektor sumber daya manusia, Pemprov Jateng mengandalkan program Spesialis Keliling (Speling) untuk memperluas akses layanan kesehatan. Sejak 2025 hingga 27 Agustus 2026, program tersebut telah dilaksanakan 1.607 kali di 1.466 desa dan kelurahan, dengan menjangkau lebih dari 128 ribu sasaran.
Luthfi meyakini proses penilaian tahap III PPD 2026 setelah berhasil masuk tiga besar nasional. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi momentum untuk terus memperkuat perencanaan pembangunan daerah, agar program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak kepada masyarakat.
“Kita tetap optimistis. Ini memberikan semangat dalam membuat perencanaan pembangunan Jawa Tengah,” ucapnya. (adv)

Penulis: Humas Pemprov Jateng
Editor: Ulfa































