KENDAL, Lingkarjateng.id – Batik Pramesti menjadi salah satu produk lokal Kabupaten Kendal yang banyak diburu di ajang Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di Tangerang, Banten pada 27-29 Agustus 2026.
Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kendal, Ahmad Syahrul Falah, mengatakan sejak dibuka, pengunjung tampak antusias mendatangi stand Kabupaten Kendal untuk melihat beragam koleksi Batik Pramesti.
Batik Pramesti merupakan produk karya mantan Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti, yang dibuat menggunakan pewarna alami.
“Alhamdulillah stand Kabupaten Kendal dari segi pengunjung lumayan ramai. Terutama pengunjung stand Batik Pramesti Bu Widya,” ujar Syahrul, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Tak hanya melihat-lihat, sejumlah pengunjung juga tertarik membeli Batik Pramesti. Produk tersebut menjadi salah satu pilihan oleh-oleh sekaligus cendera mata yang dinilai memiliki keunikan karena memadukan nilai budaya, kreativitas, dan potensi lokal Kabupaten Kendal.
“Di hari pertama pameran itu, Batik Pramesti karya Bu Widya sempat laku di angka 45 picis. Harganya di kisaran Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta per kain,” terangnya.
Menurutnya, antusiasme pengunjung terhadap Batik Pramesti menunjukkan bahwa produk lokal Kendal memiliki peluang besar untuk semakin dikenal di tingkat nasional.
“Sehingga harapan kami dengan kehadiran Pemkab Kendal melalui Disporapar dalam AEO 2026 yang merupakan event berskala nasional ini mampu membuka pasar baru sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk ekonomi kreatif masyarakat Kendal,” tuturnya.
Pemilik Batik Pramesti, Widya Kandi Susanti, menjelaskan Batik Pramesti menghadirkan batik dengan pewarna alami yang mengangkat kekayaan lokal. Keunikan tersebut menjadi nilai tambah, terutama bagi pengunjung yang mencari produk fesyen dengan karakter khas dan memiliki cerita di balik pembuatannya.
“Penggunaan pewarna alami menjadi salah satu ciri utama Batik Pramesti. Selain menjaga nilai budaya, konsep tersebut sekaligus menjadi upaya menghadirkan produk batik yang lebih ramah lingkungan,” katanya.
Menurut Widya, kekuatan lain Batik Pramesti terletak pada keberanian menjadikan pohon Kendal sebagai ikon motif. Inspirasi tidak hanya diambil dari bentuk pohonnya, tetapi dikembangkan hingga bunga, daun, buah, dan bijinya.
“Pohon Kendal memiliki nilai simbolis dan menjadi bagian dari upaya membawa identitas Kendal ke dalam karya batik dan membawa energi posirif bagi yang mengenakan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keikutsertaan dalam Apkasi Otonomi Expo 2026 dimanfaatkan sebagai momentum memperluas pasar sekaligus memperkenalkan identitas batik Kendal kepada khalayak yang lebih luas.
“Alhamdulillah antusias pengunjung juga bagus. Harapannya melalui pameran Apkasi ini Batik Kendal semakin dikenal luas dan mendunia,” pungkasnya. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa






























