PATI, Lingkarjateng.id – Infrastruktur kawasan Punden Mbah Sati Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati mengalami sejumlah kerusakan.
Terpantau, tanah sempadan Sungai Silugonggo di Desa Tondomulyo mengalami retakan panjang lebih dari seratus meter dengan kedalaman sekitar lima puluh sentimeter. Retakan tanah merusak punden dan rumah pengarian. Selain itu, retakan juga membuat tembok pembatas Sungai Silugonggo condong ke arah sungai.
Warga pun khawatir keretakan tanah meluas ke perumahan masyarakat apabila tidak segera mendapat penanganan yang tepat.
Salah satu warga, Sukardi, menyebut kondisi tersebut merupakan kejadian kedua yang diduga karena air sungai menyusut. Untuk kejadian pertama, perbaikan retakan ditangani oleh perusahaan pemborong yang mengerjakan proyek jembatan.
“Ini rusak karena air habis jadi nggak ada keseimbangan, nggak stabil. Ini yang rusak parah punden, tempat pengairan petani, sama tembok pembatas sungai,” terangnya di lokasi pada Senin, 24 Agustus 2026.
Apabila kondisi tak segera ditangani, warga yang tinggal berdekatan dengan Sungai Silogonggo khwatir retakan merambah ke permukiman.
“Warga khawatir, apalagi kalau tembok ini sampai masuk ke sungai kondisinya bisa lebih parah pasti merambat ke sana (permukiman),” terangnya.
Pihaknya berharap pemerintah dapat segera menangani keretakan tersebut agar tidak semakin bertambah.
Sementara itu Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan akan melakukan pengecekan untuk menentukan langkah penanganan serta menganggarkan alokasi dana dari bantuan tak terduga.
“Kami sudah cek bersama PU, tinggal nanti kita mitigasi semua masalahnya di mana. Kalau perlu ditangani nanti kita anggarkan lewat BTT,” terangnya.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network




























