SALATIGA, Lingkarjateng.id – Komisi B DPRD Kota Salatiga kembali menyorot pemanfaatan Taman Wisata Religi Salatiga (TWRS) di Jalan Patimura yang belum optimal.
Anggota Komisi B DPRD Salatiga, Yusuf Wibisono, menyebut aula TWRS yang sudah dibangun menggunakan anggaran sekitar Rp5,1 miliar dari APBD 2025 jangan sampai dibiarkan tanpa fungsi.
“Kan sudah dibangun dan berdiri. Segera dimanfaatkan, jangan dibiarkan saja sudah beberapa bulan selesai dibangun,” tegas Yusuf, Senin, 24 Agustus 2026.
Menurut Yusuf, keberadaan aula di tengah kawasan TWRS saat ini justru terlihat seperti tidak dimanfaatkan. Padahal, bangunan tersebut dapat dioptimalkan untuk berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bappeda Pastikan Proyek Taman Wisata Religi Salatiga Bukan Proyek Dadakan
Salah satu opsi yang disampaikan politikus dari Partai NasDem tersebut yakni memanfaatkan aula untuk kegiatan, masyarakat maupun menyewakannya untuk acara-acara positif.
“Bisa diupayakan agar bermanfaat. Misalnya disewakan untuk acara-acara warga. Malah manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Adapun aula itu merupakan bagian dari proyek besar TWRS yang pada 2025 mendapat anggaran sekitar Rp10,1 miliar dari bantuan keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah dan APBD Kota Salatiga.
Namun, hingga kini proyek tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal dan masih menyisakan sejumlah persoalan dalam pelaksanaannya.
Selain itu, terdapat denda sekitar Rp214 juta serta persoalan kurang bayar Pemkot Salatiga kepada kontraktor pelaksana proyek TWRS 2025 dengan nilai sekitar Rp700 juta. Persoalan tersebut sebelumnya juga mendapat sorotan Komisi A DPRD Salatiga dan kini ditangani Inspektorat Kota Salatiga.
DPRD Salatiga Desak Denda Proyek Taman Wisata Religi Segera Ditagih
Sementara itu, dari pantauan di lokasi, aula TWRS terlihat belum tersedia akses jalan masuk yang memadai menuju gedung.
Yusuf berharap, Pemkot Salatiga segera menyelesaikan persoalan ini agar bangunan yang telah menghabiskan anggaran miliaran rupiah itu dapat difungsikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jangan sampai sudah dibangun dengan anggaran besar, tetapi tidak bisa dimanfaatkan,” tandasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa































