Semarang (lingkarjateng.id) – DPD Partai Golkar Jawa Tengah terus melakukan berbagai macam upaya dalam proses regenerasi terutama bagi generasi muda melalui kreativitas, kegiatan budaya, dan sosial.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Nguri-nguri Tradisi dan Budaya untuk Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” Sekaligus rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia yang digelar DPD Partai Golkar Jawa Tengah.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah Mohammad Saleh mengatakan sebagai bentuk modal sosial masyarakat, sehingga partainya memilih tema tersebut.
“Kami mengangkat kearifan lokal karena kami percaya dengan modal sosial yaitu budaya yang kuat, kemudian tradisi yang mengakar, kita bisa menjadi Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur,” kata Saleh di DPD Golkar Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2026).
Ia menyebut tingginya antusiasme peserta menunjukkan seni dan budaya memiliki minat di kalangan masyarakat. Ini berarti bahwa kesenian itu masih ada. “Tinggal kita ikut menjaganya. Kesenian yang senang pelakunya ada, kami ikut menjaganya dan penontonnya supaya semakin banyak peminatnya,” ujarnya.
Selain semarak kegiatan budaya, Golkar Jateng juga tengah mempersiapkam kaderisasi pada generasi muda. Dikatakan perubahan komposisi pemilih menjadi salah satu alasan partainya memperluas pendekatan kepada kelompok usia muda yakni sekitar 60 hingga 70 persen pemilih berada pada kelompok usia di bawah 50 tahun.
“Nanti pemilih itu 60-70 persen di bawah 50 tahun. Maka dari sekarang kita juga program dari pengurusnya, kaderisasinya lebih ke generasi muda. Pendekatan melalui berbagai kegiatan yang menyasar anak muda. Seperti lomba diperuntukkan peserta berusia sekitar 15 hingga 20 tahun,” bebernya.
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia juga menjadi bagian dari pembicaraan dalam kegiatan tersebut. Saleh mengatakan lagu yang berkaitan dengan program MBG dan ramai di media sosial ikut menjadi bagian dari aktivitas kader Golkar.
“Pak Bahlil itu kan ketua umum kami. Dengan viralnya lagu MBG itu bikin kami juga senang. Jadi wajar kader-kadernya sendiri juga ikut menyanyikan itu,” ujar Saleh.
Menurutnya, lagu tersebut kemudian berkembang menjadi kegiatan senam yang diikuti kader dan masyarakat. Saleh menilai fenomena tersebut menunjukkan adanya perubahan cara berkomunikasi dengan generasi muda.
Saleh juga menyinggung sejumlah program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menurutnya memiliki perhatian terhadap pemerataan dan keadilan sosial. Ia mengatakan pendidikan dan kesehatan merupakan dua bidang yang menjadi perhatian.
“Program-program Pak Prabowo itu kita sudah pernah mendengar dulu di eranya waktu Golkar memimpin. Yang berfokus pada pemerataan keadilan sosial,” katanya.
Sementara itu Ketua Srikandi Partai Golkar Jawa Tengah Ratih Pratiwi mengatakan lomba tari kreasi Jawa Tengah digelar sebagai bagian dari upaya menjaga kebudayaan sekaligus memberikan ruang kreativitas bagi anak muda.
“Jadi lomba tari kreasi Jawa Tengah ini adalah upaya kami untuk nguri-nguri kebudayaan dari anak-anak usia 15 sampai 20 tahun,” ujar Ratih.
Lomba tari itu diharapkan bisa menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mengembangkan kesenian daerah. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pihak, termasuk unsur Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta akademisi dari Universitas Negeri Semarang atau UNNES. ***
Jurnalis : Rizky
Editor : Redaksi































