SURAKARTA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang uji coba pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan pemuda dari keluarga miskin desil 1 hingga 4.
Untuk itu, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, meluncurkan Pilot Project Desa/Kelurahan Mandiri Sejahtera Berbasis Pemberdayaan Pemuda di delapan desa/kelurahan Surakarta pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Taj Yasin mengatakan, pemuda dipilih sebagai bagian penting dari pilot project, karena memiliki kemampuan untuk memperluas pasar usaha, termasuk melalui teknologi digital.
Mekanisme program ini bukan memberikan bantuan secara langsung. Setiap kelompok dipetakan melalui asesmen untuk melihat kebutuhan, pengalaman, dan potensi yang dimiliki. Setelah itu, mereka mendapatkan pelatihan dan pendampingan sebelum menerima dukungan usaha.
“Bantuan ini tidak langsung diberikan. Kita asesmen dulu. Kebutuhannya apa? Kelompok tersebut sudah punya pengalaman apa? Kita berikan pelatihan dulu, kita berikan pendampingan dulu,” ujarnya.
Dengan mekanisme tersebut, bantuan yang diberikan diharapkan tidak habis setelah diterima. Sebaliknya, bantuan harus berkembang menjadi kegiatan produktif yang mampu meningkatkan pendapatan penerima manfaat.

Jurnalis: Lingkarjateng Group Network






























