Kudus (lingkarjateng.id) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Kudus menutup rangkaian peringatan Bulan Bung Karno dengan menggelar bedah buku Mentalitet Korea yang berlangsung di hotel @Home, pada Rabu(1/7).
Kegiatan tersebut menjadi momentum menanamkan karakter yang tangguh kepada mahasiswa dan pelajar agar mampu menghadapi berbagai tantangan di era global.
Ketua DPC GMNI Kabupaten Kudus, M. Najibul Faiz, mengatakan sebelumnya, GMNI menggelar berbagai perlombaan, seperti lomba pidato dan lomba esai yang diikuti pelajar tingkat MA, SMA, dan sederajat se-Muria Raya.
Menurut Najib, seluruh kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media untuk mengenalkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno dan ajaran marhaenisme kepada generasi muda sejak dini.
“Peringatan bulan Bung Karno tidak berhenti pada kegiatan seremonial saja. Melalui lomba dan bedah buku ini, sebagai upaya memberikan pengetahuan sekaligus membangun karakter generasi muda agar memiliki semangat juang dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan,” ujarnya.
Najib menilai tema tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini. Menurutnya, mahasiswa dan pelajar membutuhkan mental yang kuat untuk menghadapi ketidakpastian, perubahan sosial, hingga dinamika kebijakan yang terus berkembang.
“Harapannya, peserta bisa menyerap semangat yang disampaikan para narasumber. Seperti pesan Bung Karno, ‘Ambillah apinya, jangan abunya’. Kami ingin semangat perjuangan itu tetap menyala dalam diri generasi muda,” ujarnya.
Bedah buku menghadirkan langsung penulisnya, Putut, sebagai pemateri utama. Selain itu, hadir pula Casytha Arriwi Kathmandu, putri Bambang Pacul sekaligus anggota DPD RI, yang memberikan refleksi mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam buku tersebut.
Sementara itu, Ketua Persatuan Alumni (PA) GMNI Kabupaten Kudus, Yusuf Roni mengapresiasi konsistensi kader GMNI dalam kegiatan yang berorientasi pada penguatan kapasitas generasi muda.
Melalui bedah buku ini menjadi sarana penting untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh, kreatif, inovatif, serta disiplin.
“Karakter generasi muda saat ini kerap dipengaruhi budaya instan dan pragmatis. Pemahaman mengenai pentingnya proses harus terus ditanamkan agar lahir pribadi yang mampu bertahan sekaligus berkembang.
Melalui kegiatan itu, GMNI Kudus berharap semangat perjuangan Bung Karno tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga diwujudkan dalam karakter generasi muda yang memiliki daya juang tinggi, berpikir kritis, serta siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.***
Jurnalis : Ahmad Abror
Editor : Fian































