SEMARANG, Lingkarjateng.id – Kabupaten Magelang akan menjadi lokasi penyelenggaraan Borobudur & Beyond Tourism Expo (BBTE) 2026, ajang bisnis pariwisata berskala Business-to-Business (B2B) yang mempertemukan pelaku industri dari dalam dan luar negeri.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25-28 Oktober 2026 di Grand Artos Hotel & Convention, Magelang.
BBTE 2026 menargetkan kehadiran 100 seller dan 200 buyer yang berasal dari berbagai segmen industri pariwisata dan Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions (MICE).
Para buyer yang dibidik tidak hanya berasal dari agen perjalanan dan operator tur domestik maupun mancanegara. Korporasi, event organizer, serta wedding planner juga menjadi sasaran peserta untuk memperluas peluang kerja sama dan transaksi bisnis.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan penyelenggaraan BBTE memiliki nilai strategis untuk memperkuat posisi Borobudur sekaligus mengembangkan potensi pariwisata Jawa Tengah.
“BBTE sejalan dengan konsep aglomerasi global yang diusung Gubernur Jawa Ahmad Luthfi. Borobudur bukan hanya destinasi pariwisata, tetapi dapat menjadi hub yang menghubungkan berbagai potensi pariwisata Jawa Tengah melalui konektivitas, kolaborasi dan penguatan kawasan sebagai satu ekosistem ekonomi,” katanya, Jumat, 14 Agustus 2026.
Sementara itu, Group CEO RajaMICE, Panca Rudolf Sarungu, menegaskan BBTE tidak dirancang sebatas menjadi ajang pameran. Kegiatan tersebut diarahkan sebagai wadah pertemuan bisnis antara pasar dengan pelaku usaha pariwisata Indonesia.
“Kami ingin BBTE menjadi business platform yang mempertemukan pasar dengan produk Indonesia. Dengan target 100 sellers dan 200 buyers dari travel agent, korporasi, event organizer hingga wedding planner, BBTE akan menjadi salah satu B2B pariwisata terbesar di Pulau Jawa,” ujarnya.
Konsep penyelenggaraan BBTE juga terhubung dengan agenda ITB Asia di Singapura.
Kedua kegiatan akan digelar secara berurutan sehingga international buyers berpeluang melanjutkan perjalanan ke Magelang untuk bertemu langsung dengan pelaku usaha pariwisata Indonesia.
Ketua Panitia BBTE 2026, Sugeng Sugiantro, mengatakan agenda tersebut akan mengutamakan business matching dan terciptanya transaksi antarpeserta.
“Kami ingin buyers datang bukan hanya untuk melihat Borobudur, tetapi melakukan business matching, membangun networking dan membuka kerja sama. Konsep Borobudur & Beyond akan membawa mereka melihat lebih jauh potensi destinasi, hospitality, MICE, wedding dan ekonomi kreatif Jawa Tengah,” katanya.
Dengan target 200 buyer dan 100 seller, BBTE 2026 diharapkan mampu menjadi ruang temu baru bagi industri pariwisata dan MICE.
Selain membuka peluang bisnis, kegiatan tersebut ditargetkan memperkuat peran Borobudur sebagai salah satu pusat pariwisata dan bisnis di Indonesia.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network
Editor: Rosyid






























