Grobogan (lingkarjateng.id) – Tim SKANSA dari SMK Negeri 1 Wirosari sukses menyandang sebagai juara pertama turnamen e-sport Free Fire Kapolres Grobogan Cup 2026 Season II yang digelar di Aula Jananuraga Mapolres Grobogan, Kamis (1/10/2026).
SKANSA tampil dominan pada babak grand final yang mengoleksi 92 poin dari 5 pertandingan. Tim tersebut mengungguli SMANSAPUR dari SMA Negeri 1 Purwodadi yang finis di posisi kedua dengan 87 poin. Dan posisi ketiga ditempati SNETIKA 03 dari SMP Negeri 3 Karangrayung.
Tak hanya menentukan tim terbaik, turnamen yang diikuti 16 tim pelajar atau sebanyak 64 peserta tersebut juga memberikan penghargaan individu. DLxJedulz1 atau Mikhael Putra Elvino M. dinobatkan sebagai pemain terbaik atau Most Valuable Player (MVP).
Turnamen tersebut dibuka langsung Kapolres Grobogan AKBP Endhi Pratama. Kegiatan turut dihadiri Kasatlantas Polres Grobogan AKP Kumala Enggar Anjarani, Kasat Reskrim AKP Taufik Frida Mustofa, Kasat Binmas AKP Andhika Arya, serta Kasi Propam Iptu A. Socheh.
Kasat Binmas Polres Grobogan AKP Andhika Arya mengatakan, kompetisi tersebut menjadi salah satu upaya kepolisian memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang e-sport.
Menurutnya, kompetisi e-sport tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan bermain game. Melalui turnamen yang sehat dan terarah, para peserta juga dilatih membangun kedisiplinan, kekompakan, semangat berkompetisi, serta menjunjung sportivitas.
“Turnamen ini kami selenggarakan untuk memberikan ruang positif bagi generasi muda dalam menyalurkan minat dan bakat,” ujarnya.
Turnamen Season II kali ini secara khusus menyasar kalangan pelajar tingkat SMA, MA dan sederajat. Sebelumnya, Kapolres Grobogan Cup Free Fire Season I telah digelar pada Agustus 2026 dengan melibatkan 16 tim kategori umum.
Kapolres Grobogan AKBP Endhi Pratama mengatakan, perkembangan esports di Kabupaten Grobogan perlu terus didorong melalui pembinaan dan kompetisi yang berkelanjutan.
Polres Grobogan, kata dia, berupaya membuka ruang kompetisi melalui berbagai divisi esports. Tidak hanya pelajar, kompetisi juga dirancang dapat melibatkan masyarakat umum hingga anggota kepolisian di tingkat polsek.
Bahkan, turnamen Free Fire Season III direncanakan kembali digelar pada bulan berikutnya. Polres Grobogan menargetkan kompetisi esports dapat berlangsung secara rutin, setidaknya dua bulan sekali.
“Kami ingin memfasilitasi anak-anak muda melalui kegiatan seperti ini. Harapannya, ini menjadi awal agar lomba bisa digelar secara rutin dan menjadi wadah untuk menyalurkan hobi ke arah yang positif,” kata Endhi.
Namun, Endhi mengingatkan para pelajar agar tidak menjadikan esports sebagai alasan untuk mengesampingkan pendidikan.
Menurutnya, e-sport dapat menjadi sarana mengembangkan minat dan bakat, tetapi pendidikan tetap harus menjadi prioritas bagi para pelajar. “E-sport boleh, tetapi jangan sampai pendidikan ditinggalkan. Hobi harus bisa berjalan seimbang dengan kewajiban sebagai pelajar,” pesannya.
Selain itu, Kapolres juga meminta para peserta bijak memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan media sosial.
Ia mengingatkan pelajar agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya serta berhati-hati menggunakan foto maupun video di ruang digital.
“Adik-adik tumbuh pada masa ketika kecerdasan buatan bisa diakses siapa saja. Gunakanlah untuk hal-hal positif dan jangan disalahgunakan. Hati-hati dalam menggunakan foto maupun video, termasuk terhadap informasi hoaks,” tegasnya.
Endhi juga mengingatkan pelajar agar menjauhi kegiatan negatif, termasuk konvoi atau arak-arakan yang membawa senjata tajam. Menurutnya, energi dan kreativitas generasi muda harus diarahkan pada kegiatan yang mampu mengembangkan potensi.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Polres Grobogan berharap generasi muda di Kabupaten Grobogan memiliki ruang yang cukup untuk menyalurkan hobi dan kreativitas secara positif.
“Harapannya anak-anak muda bisa menyalurkan bakatnya, berprestasi, tetapi tetap disiplin, sportif dan tidak terjerumus pada kegiatan-kegiatan negatif,” pungkas Endhi. (Lingkar Network/Abror)***
Editor : Adi Arfian































