Semarang (lingkarjateng.id) – Geliat pariwisata Kota Semarang diperkirakan masih berlanjut pada Oktober 2026. Tingginya aktivitas wisata dan sejumlah agenda besar di Kota Semarang berdampak terhadap okupansi hotel tetap terjaga.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang Indriyasari mengatakan, tren positif tersebut terlihat sejak September. Bahkan, September menjadi periode dengan okupansi hotel terbaik sepanjang Januari hingga September 2026.
“September ini adalah okupansi yang terbaik sepanjang Januari sampai September. Memang tidak setiap hari, tetapi hampir setiap harinya terjadi kenaikan yang cukup signifikan,” kata dia yang akrab disapa Mbak Iin, Jumat (2/10).
Menurutnya, peningkatan tersebut tidak lepas dari banyaknya kegiatan berskala nasional yang digelar di Kota Semarang. Salah satunya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional, ditambah berbagai kegiatan komunitas yang turut mendatangkan peserta dari luar daerah.
Ramainya kunjungan tersebut kemudian menggerakkan berbagai sektor pariwisata. Hotel, restoran, kuliner hingga pelaku UMKM ikut merasakan peningkatan aktivitas ekonomi. “Tidak hanya hotel saja, tetapi restoran, kuliner, UMKM juga ikut meraih berkahnya,” ujarnya.
Iin mengatakan, kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi industri pariwisata Semarang. Terlebih, September biasanya masuk periode low season, namun tahun ini justru menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Memasuki Oktober, Pemkot Semarang berupaya mempertahankan momentum tersebut melalui berbagai agenda pariwisata. Salah satunya Semarang Great Event yang akan menghadirkan beragam atraksi dan kegiatan.
“Bulan Oktober kita ada sejumlah agenda. Ada Semarang Great Event yang akan menggelar berbagai macam atraksi dan event, serta tentunya diskon untuk sektor pariwisata,” jelasnya.
Indriyasari berharap rangkaian agenda tersebut kembali mendorong kunjungan wisatawan sekaligus menjaga tingkat okupansi hotel tetap tinggi.
Meski demikian, Dinas Pariwisata belum dapat menyebutkan persentase pasti kenaikan kunjungan wisatawan selama September. Penghitungan secara keseluruhan masih dilakukan.
“Kalau meningkatnya berapa persen memang saat ini belum selesai bulan September, sehingga belum bisa dihitung secara keseluruhan. Tetapi pastinya ada kenaikan dari industri pariwisata,” tuturnya. (Lingkar Network/Syahril)***
Editor : Adi Arfian






























