PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, mengapresiasi gelaran Kreakota Festival 2026 yang mempertemukan pelaku usaha batik dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan sejumlah daerah di sekitarnya.
Apresiasi tersebut disampaikan Sukirman seusai menghadiri Opening Ceremony Kreakota dan Fashion Show Batik dalam rangka Hari Batik Nasional di Jl. Diponegoro 1, Eks Rumah Dinas Bakorwil Pekalongan, Kota Pekalongan, Kamis malam, 1 Oktober 2026.
Menurut Sukirman, keterlibatan perajin batik lintas daerah dalam kegiatan tersebut menunjukkan besarnya potensi batik sebagai produk unggulan kawasan Pekalongan. Selain memiliki nilai budaya, batik juga dinilai mempunyai peluang ekonomi yang dapat terus dikembangkan.
“Kita baru saja menghadiri acara Kreakota yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Pekalongan, tetapi melibatkan para pengrajin batik dari Kota maupun dari Kabupaten Pekalongan serta tetangga sekitar yang menawarkan berbagai macam aneka batik dan sangat luar biasa,” ujar Sukirman usai acara.
Ia mengatakan, kegiatan seperti Kreakota dapat menjadi sarana promosi sekaligus membuka akses pemasaran bagi produk batik dan hasil ekonomi kreatif masyarakat. Pemerintah Kabupaten Pekalongan, lanjutnya, akan terus memberikan perhatian terhadap pengembangan UMKM dan produk unggulan daerah.
“Tentu saja kita pasti terus akan mendorong UMKM kita dengan berbagai kreativitas yang ada, dan ini menjadi nomor satu untuk kita perhatikan, kemudian memasarkan produk-produk unggulannya, batik dan seterusnya,” katanya.
Kreakota Festival 2026: Batik Creative Connection merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Batik Nasional di Kota Pekalongan. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat jejaring antardaerah kreatif dan membuka peluang kolaborasi di sektor ekonomi kreatif.
Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, H. Teuku Riefky Harsya, dalam sambutan yang disampaikan secara virtual, turut mengapresiasi penyelenggaraan Kreakota Festival 2026. Ia menyebut Kota Pekalongan memiliki kekuatan budaya dan kreativitas, khususnya dalam pengembangan batik.
“Sebagai Kota Kreatif UNESCO kategori Crafts and Folk Art, Pekalongan memiliki kekuatan budaya dan kreativitas yang luar biasa, terutama batik yang terus dikembangkan sebagai sumber inovasi dan penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Teuku Riefky berharap penyelenggaraan Kreakota dapat memperluas jaringan antarkabupaten dan kota kreatif, sekaligus membuka akses pasar serta mendorong inovasi di bidang ekonomi kreatif.
“Mari kita terus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Gubernur Jawa Tengah, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudparekraf Provinsi Jawa Tengah, Sarido, mengatakan predikat Pekalongan sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network bidang Craft and Folk Art harus diikuti dengan upaya menjaga tradisi dan mengembangkan inovasi.
“Predikat tersebut bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga merupakan tanggung jawab untuk terus menjaga tradisi, mengembangkan kreativitas, dan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Sarido, Kreakota dapat menjadi wadah untuk memperkuat jejaring antarkota kreatif sekaligus mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif di Jawa Tengah.
“Kita ingin batik dan berbagai kerajinan khas daerah tidak hanya menjadi warisan budaya yang kita banggakan, tetapi juga berkembang menjadi industri yang memiliki nilai tambah tinggi, mampu mengikuti tren global, sekaligus tetap diminati oleh generasi muda,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan sektor tersebut membutuhkan dukungan peningkatan sumber daya manusia dan talenta kreatif, perluasan akses pasar serta teknologi, dan penyediaan ruang kreatif yang dapat mempertemukan ide, kreativitas, kolaborasi, dan inovasi.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, mengatakan Kreakota 2026 menjadi bagian dari rangkaian Hari Batik Nasional sekaligus upaya memperkuat jaringan kota kreatif. Kota Pekalongan sendiri telah menyandang predikat UNESCO Creative Cities Network kategori Crafts and Folk Art.
Wali Kota Aaf juga menyoroti pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mengembangkan industri batik dan ekonomi kreatif. Menurutnya, sektor batik memiliki kontribusi terhadap perekonomian masyarakat di wilayah Pekalongan.
“Kita kompak ya Pak Kirman. Banyak hikmah, banyak kolaborasi antara Kota-Kabupaten yang sudah kita lakukan. Mudah-mudahan tetap bermanfaat untuk masyarakat seterusnya,” ujarnya.
Jurnalis: Fahri Alakbar
Editor: Muslichul Basid
































