Semarang (lingkarjateng.id) – Seorang pendaki asal Sirampog, Kabupaten Brebes, bernama M. Fahri Maulana (16) dilaporkan terjatuh ke dalam kawah Gunung Slamet. Korban yang usianya masih remaja tersebut terjatuh saat tanah yang didudukinya ambrol.
Dimintai konfirmasi, Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, menuturkan mulanya korban naik ke Gunung Slamet pada Senin (17/8) bersama rombongan. Ia naik melalui Basecamp Sawangan.
“Korban bersama rombongan naik tanggal 17 (Agustus), untuk jam dan jumlah rombongan akan ditanyakan kembali ke pihak basecamp. Korban mendaki lewat Basecamp Sawangan Tegal,” ujar Budiono saat dihubungi wartawan, Selasa (18/8/2026).
Budiono mengatakan pihaknya mendapatkan informasi pagi tadi sekitar pukul 09.00 WIB bahwa korban terjatuh. Pihaknya menerima laporan dari Basecamp Sawangan, Kabupaten Tegal.
“Siang ini Kantor SAR Semarang melalui Unit Siaga SAR Pemalang mendapatkan informasi pendaki terjatuh di kawah Gunung Slamet dari rekan di Basecamp Bosawala Sawangan,” kata Budiono.
Budiono menyebut peristiwa ini bermula saat korban berada di puncak bersama rombongan. Ia tengah duduk santai di bibir kawah, namun kemudian tanahnya ambrol.
“Setelah muncak, rombongan turun tapi korban masih duduk santai di bibir kawah, tiba-tiba tanah tempat berpijak luruh ambrol membuat korban terjatuh ke kawah,” ujar Budiono.
Budiono mengungkapkan bahwa korban kini berada di kawah dengan kedalaman antara 15-20 meter. Kondisi tubuhnya sudah tidak bergerak.
“Perkiraan survivor berada di kedalaman sekitar 15 sampai 20 meter. Informasi yang kami terima, pendaki yang melihat langsung menyampaikan survivor sudah tidak bergerak,” ungkapnya.
Saat ini, tim SAR gabungan tengah bergerak menuju lokasi kejadian untuk memastikan kondisi korban dan melakukan evakuasi. Budiono mengatakan pihaknya mengirimkan satu tim yang dilengkapi peralatan evakuasi di ketinggian.
“Tim SAR gabungan sedang bergerak ke lokasi. Kami mengirimkan satu tim beserta peralatan evakuasi di ketinggian serta breathing apparatus (tabung oksigen) mengantisipasi adanya gas beracun di dalam kawah,” jelas Budiono.
Sementara itu, proses evakuasi pendaki Gunung Slamet asal Sirampong Brebes, M. Fahri Maulana (16) hingga malam masih berlanjut. “Korban berdasarkan Info dari tim aju yang telah tiba di puncak pukul 6 sore tadi dipastikan telah meninggal dunia,” terangnya.
“Mengingat situasi masih cukup terang, tim segera melakukan evakuasi dan alhamdulillah tidak ada satu jam korban sudah berhasil dikeluarkan dari dasar kawah,” imbuhnya.
Diperoleh informasi, saat ini tim SAR gabungan telah membawa turun korban menuju Pos pendakian jalur Guci tepatnya dibawa ke Basecamp (BC) Permadi Guci. Dipilihnya melalui BC. Permadi Guci Tegal bukan melalui BC. Basopala Sawangam yang merupakan jalur awal korban mendaki karena akses yang lebih mudah. Diperkirakan perjalanan turun menuju BC Permadi memakan waktu tujuh hingga delapan jam.
“Mari kita do’akan bersama semoga tim diberikan kelancaran dan kemudahan dalam proses evakuasi sehingga selamat sampai basecamp Permadi,” pungkas Budiono. ***
Editor : Redaksi




























