SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pada Hari Jadi ke-81, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) telah memperkuat perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pesantren. Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, sejumlah program pemberdayaan santri dan pengasuh pesantren digulirkan, mulai dari beasiswa pendidikan hingga pemberian tali asih bagi penghafal (tahfidh) Al-Qur’an.
Salah satu program tersebut adalah beasiswa santri dan pengasuh pesantren yang pada 2026 memasuki pelaksanaan perdana.
Sebanyak 73 santri dan pengasuh pesantren menjadi penerima beasiswa tersebut. Rinciannya, 15 orang mendapatkan beasiswa untuk menempuh pendidikan S1 di luar negeri. Sementara 58 lainnya memperoleh beasiswa pendidikan dalam negeri untuk jenjang S1, S2, dan S3.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berharap dukungan beasiswa tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri para santri sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi mereka untuk mengembangkan kompetensi.
“Saya ngasih beasiswa ke kelompok mahasiswa itu biasa, tetapi santri ini luar biasa karena mempunyai nilai lebih dari yang bukan santri, santri diajarkan tentang toleransi beragama dan apapun tentang aturan kebenaran, ” kata Luthfi di Semarang, 12 Agustus 2026.
Pemprov Jateng juga memberikan tali asih atau bisyaroh kepada santri penghafal Al-Qur’an. Program tersebut telah berjalan sejak 2025 dan menyasar ribuan santri di berbagai pondok pesantren dengan masing-masing penerima memperoleh tali asih sebesar Rp1 juta.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan pemberian bantuan tidak dibatasi oleh domisili atau kepemilikan KTP Jawa Tengah.
Santri yang menghafal Al-Qur’an dan belajar di pesantren wilayah Jawa Tengah tetap dapat menerima bantuan meskipun berasal dari daerah lain. (Adv)



Jurnalis: Lingkarjateng Group Network
Editor: Rosyid



























