KENDAL, Lingkarjateng.id – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengajak warga yang tinggal di Kota Batam turut memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Bupati Tika saat menghadiri Hari Lahir (Harlah) ke-34 Perkumpulan Keluarga Batam Kendal (PKBK) sekaligus Temu Sedulur Kendal di Pakuba Buana Central Park, Tembesi, Kota Batam, beberapa hari lalu.
Bupati Tika berharap warga Kendal di Batam tidak hanya menjaga kerukunan di tanah perantauan, tetapi juga terus memberikan kontribusi pemikiran maupun gagasan bagi kemajuan pembangunan Kabupaten Kendal.
“Saya berharap warga Kendal yang berada di Batam tetap bisa berpartisipasi dan memberikan kontribusi serta pemikiran bagi kemajuan pembangunan Kabupaten Kendal ke depan,” tuturnya.
Ia juga mengaku bangga melihat warga Kendal di Batam tetap menjaga dan melestarikan budaya daerah meski berada jauh dari kampung halaman. Kesenian seperti barongan, jaran kepang dan berbagai tradisi Kendal masih terus hidup di tengah komunitas perantauan.
“Saya merasa bangga kepada warga Kendal yang berada di Kota Batam. Walaupun di perantauan, namun tetap bisa menjaga tradisi budaya Kendal yang juga dilestarikan di Kota Batam, salah satunya adalah barongan, jaran kepang dan budaya lainnya,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Tika juga berpesan agar masyarakat Kendal di Batam menjaga persatuan dan persaudaraan.
“Saya berharap agar warga Kendal yang merantau di Batam makin guyub, rukun, saling membantu satu sama lain, dan meningkatkan terus rasa persaudaraan, solidaritas dan kekeluargaan di mana pun berada,” ucapnya.
Bupati Tika juga menyampaikan terima kasih kepada PKBK dan Pemerintah Kota Batam yang telah menyambut dengan baik serta turut menjaga dan memfasilitasi warga Kendal yang tinggal di Batam.
Harlah PKBK ke-34 tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Momentum tersebut juga ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Sekretariat sekaligus Rumah Singgah PKBK.
Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Bupati Kendal bersama Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq.
Rumah singgah tersebut dibangun di atas lahan hibah dari tokoh masyarakat Kendal, H. Muhammad Zamrodi.
Fasilitas itu diperuntukkan sebagai tempat persinggahan sekaligus pusat bantuan sosial bagi warga Kendal di perantauan yang mengalami musibah maupun kesulitan selama berada di Batam.
Ketua PKBK, M. Rizky Aji Perdana mengatakan, Harlah ke-34 sekaligus menjadi wadah silaturahmi dan temu sedulur bagi warga asal Kendal yang menetap di Kota Batam.
“Kami merasa bangga atas kehadiran pimpinan daerah dari Kendal maupun Batam. Kami juga berkomitmen, warga perantauan asal Kendal di Batam untuk tetap mandiri, guyub rukun, dan berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan daerah tempat tinggal mereka di tanah perantauan,” ungkapnya.
Menurutnya, meskipun jauh dari kampung halaman, warga Kendal di Batam akan terus menjunjung semangat berdikari sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan Batam sebagai kota yang maju dan madani.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kendal dan warga Kendal yang menetap di Batam.
Menurutnya, warga Kendal selama ini turut berperan aktif dalam mendukung pembangunan sekaligus menjaga kondusivitas keamanan Kota Batam.
“Kota Batam tidak memiliki sumber daya alam, dan Batam mengandalkan sektor industri, MICE, dan pariwisata. Oleh karena itu, faktor keamanan sangat penting,” jelasnya.
Firmansyah menilai warga Kendal telah mampu menerapkan prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Di satu sisi tetap menjaga budaya Kendal, namun di sisi lain mampu menghormati dan melestarikan budaya Melayu sebagai budaya daerah tempat mereka tinggal.
Firmansyah menyebut peluang kerja sama antardaerah sangat terbuka. Bahkan, Pemkot Batam menyambut baik rencana kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dengan Pemkab Kendal, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pokok.
“Sebagai daerah non-penghasil yang mendatangkan 70–80 persen kebutuhan pokok dari luar wilayah, Batam siap menjalin kemitraan pasokan pangan kompetitif dengan Pemerintah Kabupaten Kendal,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa































