SEMARANG, Lingkarjateng.id – Penemuan kerangka manusia di kawasan Jangli, Kota Semarang, Jumat pada Jumat, 4 September 2026 dipastikan Mozza Axillia Gunarsa (19), warga Dusun Gebugan, RT 04 RW 01, Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, yang dinyatakan hilang sejak 25 Juni 2025.
Mendengar kabar tersebut, keluarga Mozza langsung bertolak ke Kota Semarang untuk mengikuti serangkaian prosedur kepolisian guna memastikan identitas kerangka yang ditemukan di lahan kosong samping jalan tol kawasan Jangli tersebut.
Dari pantauan Lingkar di rumah duka di Dusun Gebugan, RT 04 RW 01, Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, pada Jumat, 4 September 2026 malam, rumah tersebut telah dipenuhi pelayat.
Berbagai persiapan pemakaman Mozza juga telah dilakukan oleh keluarga dan kerabat di lingkungan Desa Gebugan.
Ketua RT 04 RW 01 Desa Gebugan, Suryanto mengatakan dirinya pertama kali mengetahui informasi penemuan kerangka tersebut sekitar pukul 17.00 WIB.
“Saya tahunya tadi jam 17.00 WIB. Karena saya masih beraktivitas di rumah, jualan, akhirnya saya tahu dari telepon tetangga yang bilang ada penemuan kerangka di Semarang,” ungkapnya.
Saat pertama kali menerima informasi tersebut, Suryanto diminta untuk tidak menyebarkannya kepada warga setempat karena identitas kerangka yang ditemukan belum dipastikan.
“Disimpan dulu informasi itu, tidak boleh dikasih tahu di lingkungan sini karena waktu itu belum pasti kalau penemuan kerangka ini adalah kerangka Mozza. Tapi ketika di Semarang ada ayah, ibu Mozza, dan ada tetangga juga yang ke sana, baru dipastikan bahwa kerangka ini adalah kerangka Mozza,” tuturnya.
Sekitar pukul 17.30 WIB, adik ayah Mozza, Singgih Gunarsa, kemudian melapor kepada Suryanto untuk memberitahukan bahwa kerangka yang ditemukan di Jangli, Semarang, telah dipastikan merupakan Mozza Axillia Gunarsa yang hilang selama satu tahun.
“Saat itu artinya sudah fix atau sudah pasti bahwa kerangka di Semarang itu adalah Mozza. Barulah warga di sini menyiapkan semua perlengkapan pemakaman,” ujar Suryanto.
Keluarga Sempat Berharap Mozza Pulang dalam Keadaan Selamat
Suryanto mengatakan, selama proses pencarian, keluarga dan warga sekitar masih berharap Mozza dapat ditemukan dan kembali ke rumah dalam keadaan selamat.
“Tetangga pun juga berharap Mozza segera ditemukan. Harapannya dalam keadaan baik-baik saja. Meski sebenarnya kami, baik keluarga maupun tetangga, sudah ikhlas tapi harapannya memang harus ketemu,” ungkapnya.
“Alhamdulillah ketemu, meski informasinya sudah dalam bentuk kerangka. Namun, tetap bersyukur karena sudah ketemu,” imbuhnya.
Suryanto menambahkan, kerangka Mozza rencananya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sepringgitan, Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
“Sudah disiapkan semua, termasuk liang lahatnya sudah disiapkan di TPU Sepringgitan. Rencananya malam ini begitu sampai di rumah duka langsung dimakamkan. Karena kerangka Mozza ada di RS Bhayangkara Semarang,” katanya.
Mozza Dikenal Pendiam
Di mata warga, Mozza dikenal sebagai sosok pendiam, baik, dan santun. Menurutnya, keluarga Mozza juga dikenal baik dan dermawan.
“Anaknya pendiam, tapi baik dan santun sama tetangga. Pintar anaknya, kan sudah diterima di Undip Semarang, rencananya mau kuliah,” kata Suryanto.
“Bapaknya juga baik, keluarga Mozza baik semua dan dikenal dermawan,” pungkasnya.
Kakek Mozza Mengaku Mendapat Firasat
Sementara itu, kakek Mozza, Ngadirin (68), mengaku sempat merasakan firasat sebelum mendapat kabar mengenai penemuan kerangka cucunya.
“Semalam firasat saya tidak enak, badan juga tidak enak semuanya. Lalu saya shalat tahajud dan dengar kabar kerangka Mozza ditemukan hari ini,” ungkapnya.
Ngadirin mengaku awalnya tidak mengetahui adanya penemuan kerangka di kawasan Jangli, Kota Semarang.
Menurut Ngadirin, sehari sebelum kerangka ditemukan, dirinya bersama ayah dan ibu Mozza masih memikirkan keberadaan cucunya tersebut dan berharap Mozza segera pulang dengan selamat.
“Padahal sehari sebelumnya saya, ayahnya, ibunya itu kepikiran Mozza itu ke mana. Inginnya segera pulang dengan selamat,” katanya.
Setibanya di rumah sekitar pukul 17.30 WIB, Ngadirin mendapati rumahnya sudah ramai oleh pelayat.
Bagi Ngadirin, Mozza merupakan cucu pertama sekaligus sosok yang baik, ramah, dan pintar.
“Anaknya baik, sopan, pintar lagi. Kan dia juga sudah diterima di Undip, mau kuliah di sana. Dia itu anak yang rutin beraktivitas di musala di lingkungan rumah ini juga. Baik sekali anaknya, tentu kehilangan sekali,” ungkapnya.
Sebelumnya, AKP Bodia Teja Lelana menyebut jajaran kepolisian telah mengamankan seorang terduga pelaku pembunuhan Mozza, yakni MDVS (22), di Kabupaten Blora.
MDVS diketahui merupakan teman dekat Mozza yang sebelumnya menghuni sebuah rumah kos di wilayah Sriwijaya, Kota Semarang.
Jurnalis: Lingkar Network/Hesty Imaniar
Editor: Sekar
































