Kab.Semarang (lingkarjateng.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang meminta rencana pengembangan eksplorasi panas bumi (geothermal) yang ada di Gunung Ungaran ditunda atau dihentikan.
Hal itu disampaikan Bupati Semarang, Ngesti Nugraha usai memimpin rapat koordinasi bersama berbagai jajaran steakholder terkait, termasuknya dengan PT PLN (Persero) dan PT Geo Dipa Energi (Persero) di Kantor Bupati Semarang pada Sabtu (5/9).
Diketahui sebelumnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menerbitkan izin pemanfaatan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang kepada PT PLN (Persero) pada bulan Agustus 2026 lalu.
Rapat koordinasi juga diikuti berbagai jajaran Pemprov Jawa Tengah, OPD terkait, TNI, Polri, unsur dari kecamatan, para kepala desa, pakar-pakar berbagai akademisi termasuknya dari Undip Semarang, ormas, hingga berbagai lembaga kesenian, budayawan, dan lainnya.
Khusus untuk PT PLN, ungkap Ngesti Nugraha ini rencananya akan eksplorasi energi panas bumi di Gunung Ungaran, sedang PT Geo Dipa Energi sebut Ngesti Nugraha bahwa mereka yang akan menangani eksplorasi panas bumi di Gunung Telomoyo.
Tidak hanya itu, PT Geo Dipa Energi (Persero) juga intens melakukan sosialisasi soal rencana pengembangan energi panas bumi atau geothermal yang rencananya dilakukan di Gunung Telomoyo.
Bupati Semarang menyebut untuk rencana pengembangan panas bumi di Gunung Ungaran, yang rencananya akan dikelola oleh PT PLN (Persero) masih sekedar gambaran saja yang dipaparkan pada rapat koordinasi itu.
“Jadi tadi yang disampaikan baru gambaran-gambaran saja, sedangkan untuk progres geothermal di Gunung Ungaran memang tadi disampaikan belum ada satu kepastian pasti soal rencana pelaksanaannya,” terangnya lagi.
Dengan begitu, lanjut Ngesti Nugraha, hal ini sedikit menjawab keresahan warga masyarakat yang ramai di media sosial (medsos) yang mengkhawatirkan soal rencana pengembangan geothermal di Gunung Ungaran.

“Yang Gunung Ungaran kan sekarang ini ramai di media sosial, banyak masyarakat yang resah soal rencana pengembangan geothermal di Gunung Ungaran. Jawabannya memang sampai saat ini belum ada satu kepastian pasti soal pelaksanaannya itu,” tegasnya.
“Untuk rencana pengembangan geothermal di Gunung Ungaran, yang akan dilaksanakan PT PLN (Persero) kami minta dihentikan dulu dan tidak melakukan aktivitas apapun di Gunung Ungaran, agar masyarakat kondusif,” imbuhnya.
Ia berharap dengan dihentikannya segala aktivitas terkait rencana pengembangan geothermal di Gunung Ungaran itu, situasi kondisi di Kabupaten Semarang dan sekitarnya ini bisa tetap aman dan kondusif.
Terlepas dari hal itu, Ngesti Nugraha menekankan bahwa ditundanya pelaksanaan rencana pengembangan geothermal khusus di Gunung Ungaran ini untuk sementara waktu juga sudah melalui berbagai kajian yang ada, termasuknya kajian dampak ke masyarakat, dan lainnya.
Diketahui, rencana pengembangan geothermal di Gunung Telomoyo ada di Desa Kemambang, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Sedangkan untuk Gunung Ungaran, ada di sisi selatan gunung yang masuk wilayah Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.
PT PLN Ikuti Arahan Bupati Semarang
Sementara itu, PT PLN (Persero) berkomitmen akan mengikuti arahan Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, untuk menunda aktivitas di lapangan yang berkaitan dengan rencana proyek pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Gunung Ungaran.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah, Ferdian Hijrah Kusuma mengatakan, penundaan dilakukan sesuai hasil koordinasi dengan Pemkab Semarang.
“Terkait arahan Bapak Bupati bahwa melakukan aktivitas di lapangan kami diminta tunda dulu sesuai janji kami,” kata Ferdian.
Menurut Ferdian, PT PLN (Persero) akan menyampaikan berbagai pembaruan terkait kajian yang dibutuhkan pada rencana geothermal. Hal itu dilakukan untuk menjawab keresahan masyarakat yang muncul terkait rencana pengembangan geothermal di Gunung Ungaran khususnya.
“Kami akan menyampaikan update pastinya soal kajian-kajian yang dibutuhkan, sehingga keresahan masyarakat bisa terjawab seluruhnya,” ujar Ferdian.
Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan soal rencana geothermal Gunung Ungaran saat ini masih pada tahap gambaran perencanaan awal, tidak lebih. Ferdian juga meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan soal rencana geothermal di Gunung Ungaran tersebut. (Lingkar Network/Hesty Imaniar) ***
Jurnalis : Hesty Imaniar
Editor : Adi Arfian
































