REMBANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang akan mengevaluasi seluruh prosedur penyediaan dan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah ratusan siswa dan guru SMAN 1 Lasem mengalami indikasi keracunan dengan gejala mual, muntah, dan diare yang diduga berkaitan dengan konsumsi makanan program tersebut.
Hal itu disampaikan Bupati Rembang, Harno, saat meninjau langsung sejumlah siswa yang masih menjalani perawatan di Puskesmas Lasem, Jumat sore, 4 September 2026. Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kondisi pasien sekaligus mendengar keluhan dari siswa serta orang tua atau wali.
“Jadi saya mohon maaf, karena kemarin saya belum bisa ke sini, karena kesibukan jadwal, ya baru ini bisa menjenguk,” kata Harno.
Pemkab Rembang, kata dia, akan menelusuri kronologi kejadian sekaligus mengevaluasi rantai penyediaan makanan, mulai dari penerimaan bahan hingga pendistribusian kepada penerima manfaat. Seluruh tahapan diminta mematuhi standar operasional prosedur yang berlaku.
“Pemkab Rembang akan mengevaluasi seluruh prosedur, agar standar operasional benar-benar diperhatikan. Mulai barang masuk, sampai distribusi, semua harus steril,” tegasnya.
Selain melakukan evaluasi, pihaknya memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis. Harno menyebut seluruh biaya pengobatan pasien juga ditanggung melalui kepesertaan BPJS Kesehatan.
Harno mengatakan telah berkoordinasi dengan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan, Kecamatan Lasem, yang mendistribusikan menu MBG ke SMA Negeri 1 Lasem. Menurutnya, salah satu langkah pencegahan yang akan dibahas adalah pemilihan bahan pangan, termasuk jenis buah yang memiliki risiko cepat rusak.
“Untuk mencegah kejadian serupa, Pemkab akan adakan rapat koordinasi minimal sebulan sekali. Sebagai pengingat bersama. Buah misalnya, pilih buah yang aman. Kalau sekiranya cepat busuk, jangan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, SPPG Soditan telah dikenai sanksi pemberhentian sementara selama 20 hari oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Hingga Sabtu pagi, 5 September 2026, sebanyak 11 siswa masih menjalani perawatan di Puskesmas Lasem. Jumlah pasien tersebut bertambah dibandingkan sehari sebelumnya.
Kasus ini bermula pada Kamis pagi, 3 September 2026, setelah sejumlah siswa dan guru SMAN 1 Lasem mengalami muntah dan diare usai mengonsumsi menu MBG. Banyaknya siswa yang mengalami gejala bahkan sempat membuat fasilitas toilet di sekolah tidak mampu menampung antrean.
Pihak sekolah kemudian memutuskan memulangkan siswa lebih awal. Secara keseluruhan, tercatat 777 orang di lingkungan SMAN 1 Lasem mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG.
Pemkab Rembang kini terus memantau kondisi pasien sembari melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut guna mencegah kejadian serupa terulang.
Jurnalis: Lingkar Network/Vicky Rio
Editor: Muslichul Basid
































