SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyiapkan skenario perjalanan alternatif bagi kafilah dari 10 provinsi yang akan menghadiri Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Semarang. Langkah tersebut dilakukan menyusul gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sepuluh provinsi yang perjalanan kafilahnya berkaitan dengan Bandara Soekarno-Hatta yakni Maluku Utara, Papua Tengah, Lampung, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung, Maluku, dan Aceh.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Agung Pramono mengatakan, pemerintah telah menyiapkan transportasi darat apabila operasional Bandara Soekarno-Hatta belum kembali normal ketika kafilah mulai berdatangan.
“Kalau nantinya (Bandara) Soekarno-Hatta memang belum beroperasi, berarti mereka harus melakukan reschedule atau perubahan jadwal maupun pengalihan moda transportasi. Tetapi untuk area transportasi darat, kami siap,” kata Agung dalam acara konferensi pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin, 7 September 2026.
Menurut Agung, koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga telah dilakukan untuk mengantisipasi perpindahan moda transportasi, terutama bagi kafilah yang sebelumnya merencanakan perjalanan melalui penerbangan.
Selain jalur darat, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang juga disiapkan sebagai salah satu pintu masuk alternatif. GM PT Angkasa Pura Semarang Sulistyo Yulianto mengatakan operasional bandara tersebut telah diperpanjang menjadi 24 jam sejak Minggu malam, 6 September 2026.
Perpanjangan jam operasional dilakukan untuk mengantisipasi adanya penerbangan tidak terjadwal maupun pengalihan penerbangan dari bandara lain yang terdampak abu vulkanik.
Pihak bandara juga memantau perjalanan kafilah yang dijadwalkan datang melalui jalur udara. Jika akses melalui Jakarta belum memungkinkan, koordinasi akan dilakukan untuk menyiapkan rute langsung menuju Semarang atau alternatif perjalanan lainnya.
“Bandara Semarang sampai dengan saat ini siap untuk mendukung kegiatan nasional di Jawa Tengah,” katanya.
Namun, erupsi Anak Krakatau telah memberikan dampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Ahmad Yani. Data Angkasa Pura hingga Senin pukul 10.00 WIB mencatat 29 penerbangan dibatalkan, terdiri dari 14 penerbangan keberangkatan dan 15 kedatangan.
Pembatalan tersebut berdampak pada 3.420 penumpang. Sebanyak 1.842 merupakan penumpang keberangkatan dan 1.578 penumpang kedatangan. Sebagian besar penerbangan yang terdampak merupakan rute dari dan menuju Jakarta.
Sebaran Abu Vulkanik Dipantau
Di tengah gangguan penerbangan tersebut, kondisi sebaran abu vulkanik ke wilayah Jawa Tengah masih dipantau. Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Yoga Sambodo mengatakan arah angin saat ini relatif membawa abu vulkanik ke barat sehingga Jateng masih berada dalam kondisi aman.
“Dari data terakhir kami yang mengacu pada VAAC Darwin, baik pada lapisan bawah maupun lapisan atas, sekarang mayoritas arah anginnya ke arah barat. Itu sebabnya secara relatif untuk Jawa Tengah potensinya aman dan hasil pemantauannya negatif,” kata Yoga Sambodo.
Pemantauan melalui paper test pada 6 dan 7 September di sekitar Bandara Ahmad Yani juga menunjukkan hasil negatif. Hasil pemantauan di Tegal, Cilacap, dan Kertajati turut menunjukkan kondisi serupa.
Kepala BPBD Jawa Tengah Bergas Catursari Penanggungan mengatakan sampai Senin (7/9/2026) belum ada laporan dampak erupsi Anak Krakatau yang signifikan terhadap aktivitas masyarakat di Jawa Tengah.
“Belum ada laporan yang secara signifikan mengganggu aktivitas masyarakat,” kata Bergas.
Meski demikian, BPBD meminta pemerintah kabupaten/kota tetap meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan apabila terdapat debu maupun asap.
Sementara itu, persiapan pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah terus dikebut. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen sebelumnya menyebut pekerjaan fisik dan penataan arena lomba maupun lokasi pembukaan telah memasuki tahap akhir.
Seluruh fasilitas ditargetkan siap digunakan pada 10 September 2026, sehari sebelum rangkaian MTQ Nasional XXXI dimulai.
Sumber: Pemprov Jateng
Editor: Muslichul Basid





























