BLORA, Lingkarjateng.id – Koperasi Blora Migas Energi (BME) mulai mengirim minyak mentah hasil sumur rakyat ke Pertamina Cepu sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan produksi energi daerah dan target lifting minyak nasional.
Ketua Koperasi BME Blora, Sutrisno, mengatakan pengiriman terbaru merupakan sampel kedua yang dikirim ke Pertamina. Sebelumnya, pengiriman perdana berasal dari sumur rakyat di Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, kemudian disusul dari wilayah Desa Plantungan.
“Pengiriman ke Pertamina kemarin, dengan total sekitar 15 ribu liter minyak mentah,” ujar Sutrisno, Selasa, 12 Mei 2026.
Ia menilai langkah tersebut menjadi awal yang positif dalam pengelolaan minyak rakyat di Blora dan diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan lifting minyak nasional serta penguatan kemandirian energi.
Menurut Sutrisno, saat ini terdapat sekitar 1.600 titik sumur rakyat yang berada di bawah naungan Koperasi BME. Sumur-sumur tersebut tersebar di empat kecamatan, meliputi Desa Plantungan di Kecamatan Blora, Desa Ngiyono di Kecamatan Japah, Desa Talokwohmojo dan Karangtengah di Kecamatan Ngawen, serta Desa Plosorejo dan Botoreco di Kecamatan Kunduran.
“Dari ribuan sumur tersebut, potensi produksi minyak diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu liter per hari untuk dikirim ke Pertamina,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh minyak mentah yang dikirim harus melalui proses pengujian kualitas oleh Pertamina sebelum diterima. Salah satu persyaratan utama adalah kadar air maksimal 0,5 persen sesuai ketentuan kerja sama.
“Saat ini masih menunggu hasil sampel yang dikirim. Jika memenuhi syarat, baru bisa dibongkar dan penentuan harga,” katanya.
Sutrisno mengungkapkan, sampel minyak sebelumnya dari Desa Botoreco telah dinyatakan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan Pertamina. Bahkan, kualitas minyak tersebut mendapat apresiasi karena kadar airnya di bawah ambang batas.
“Kalau yang dari Botoreco kualitasnya bagus, dan diapresiasi oleh Pertamina,” ungkapnya.
Untuk menjaga mutu minyak mentah, BME melakukan proses penampungan dan pengendapan sebelum pengiriman dilakukan. Selain itu, armada truk tangki yang digunakan juga menjalani pemeriksaan kelayakan bersama Pertamina, termasuk pengecekan spesifikasi teknis dan kelengkapan operasional.
“Harapannya, sampel minyak dari Desa Plantungan yang dikirim kemarin juga bisa lolos seperti di Botoreco,” ujarnya.
Pengiriman sampel dari Plantungan dilakukan pada Senin, 11 Mei 2026, menggunakan empat unit truk tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.
Sutrisno menegaskan pihaknya terus menyesuaikan proses produksi dan distribusi minyak rakyat agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Kami berupaya sebaik mungkin untuk menyesuaikan dengan peraturan-peraturan yang ada. Tinggal menunggu hasil laboratorium,” katanya.
Selain itu, BME juga menggandeng sejumlah BUMDes di wilayah penghasil minyak rakyat untuk mendukung pengelolaan dan distribusi produksi minyak mentah.
“Desa mana saja yang sudah siap produksi akan kami dorong menjalani uji sampel dan kelayakan lainnya,” tambahnya.
Ia berharap sinergi antara BME dan Pertamina dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan lifting minyak nasional, memperkuat ketahanan energi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil minyak.
“Harapannya, dari potensi perut bumi ini bisa meningkatkan Dana Bagi Hasil, PAD desa, serta kesejahteraan para penambang sumur rakyat,” pungkasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid































