SALATIGA, Lingkarjateng.id – Investor pembangunan Pasar Jetis, Salatiga, berharap dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) agar proses administrasi dan perizinan berjalan lancar. Proyek yang sempat terbengkalai hampir dua dekade ini akan dilanjutkan dengan nilai investasi sekitar Rp 8 miliar.
Direktur CV Bhakti Muda, Budi Susilo, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan dan pemeriksaan struktur bangunan lama bersama tim teknis dari PT Weiye Bangun Indonesia. Hasilnya, sebagian besar struktur utama masih layak digunakan, meski perlu beberapa perbaikan.
“Kami mohon dukungan dari pemerintah dan semua pihak agar proses ini bisa berjalan lancar. Secara administrasi masih kami lengkapi, supaya pembangunan nanti tidak terkendala,” ujar Budi, Jumat, 10 Oktober 2025.
Budi menjelaskan, proyek revitalisasi Pasar Jetis ditargetkan rampung dalam waktu delapan bulan hingga satu tahun, tergantung kelancaran proses administrasi dan kesiapan lapangan.
Menurutnya, pemerintah sudah menunjukkan sikap positif terhadap rencana kelanjutan pembangunan tersebut.
“Pemerintah menyambut baik karena ini aset daerah yang nilainya luar biasa, tapi kondisinya sudah terlalu lama terbengkalai. Kami ingin segera wujudkan agar bisa dimanfaatkan pedagang dan masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, perwakilan PT Weiye Bangun Indonesia, Didik Prasetyo, memastikan timnya siap menyesuaikan desain dan melanjutkan pekerjaan sesuai arahan investor serta rekomendasi Wali Kota Salatiga.
“Hasil investigasi menunjukkan struktur utama masih baik. Kami akan perbaiki bagian yang perlu dan mendukung penuh agar pembangunan ini cepat selesai,” terang Didik.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa
































