KENDAL, Lingkarjateng.id – Kabupaten Kendal mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Jawa Tengah (Jateng) pada 2025, mencapai 7,99 persen. Capaian ini memperkuat posisi Kendal sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru, didorong oleh pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dan pesatnya industrialisasi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kendal, Ade Sandi Parwoto, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil perhitungan PDRB atas dasar harga konstan yang dirilis secara berkala.
“Pertumbuhan ekonomi Kendal sebesar 7,99 persen menunjukkan struktur ekonomi yang semakin kuat dengan ditopang industri manufaktur. KEK Kendal menjadi pusat pertumbuhan baru yang mendorong aktivitas ekonomi riil,” ujar Ade saat Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 dan diskusi bersama media di BPS Kendal, Rabu, 22 April 2026.
Ade menjelaskan sektor industri manufaktur menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di Kendal dengan kontribusi sebesar 42,03 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Angka ini jauh melampaui sektor pertanian yang menyumbang 17,27 persen serta sektor perdagangan sebesar 12,04 persen.
Selain menjadi sektor dominan, industri manufaktur juga mencatat pertumbuhan di atas rata-rata ekonomi daerah, mencerminkan laju industrialisasi yang terus meningkat.
Lonjakan investasi menjadi faktor utama di balik pertumbuhan tersebut. Realisasi investasi di Kendal tercatat sebesar Rp14,21 triliun pada 2024 dan meningkat menjadi Rp15,86 triliun pada 2025. Dengan capaian ini, Kendal menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar di Jawa Tengah selama dua tahun berturut-turut.
Dampak investasi tersebut turut mendorong pertumbuhan sejumlah sektor lain. Sektor konstruksi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,60 persen, disusul sektor akomodasi 11,86 persen, serta industri pengolahan sebesar 8,92 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya efek berganda yang menggerakkan aktivitas ekonomi lintas sektor.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi 54,49 persen. Namun demikian, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami peningkatan signifikan sebesar 20,35 persen dengan kontribusi 30,18 persen, yang menandakan peran investasi semakin dominan dalam mendorong pertumbuhan.
Ade menambahkan, peningkatan signifikan pada PMTB menunjukkan bahwa investasi yang masuk telah terealisasi dalam bentuk pembangunan fisik dan ekspansi usaha.
“Kami melihat efek berganda dari sektor industri yang ikut mendorong pertumbuhan konstruksi, perdagangan hingga akomodasi,” katanya.
Ia berharap pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Kendal.


































