PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, resmi membuka Musyawarah Kerja (Musker) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pekalongan sekaligus mencanangkan Bulan Dana PMI Tahun 2026 di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Senin, 15 Juni 2026.
Sukirman menegaskan bahwa nilai kemanusiaan harus menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan dan pembangunan daerah. Ia menyebut, prinsip kemanusiaan melampaui berbagai sekat, termasuk kepentingan politik.
“Nilai-nilai kemanusiaan itu sesungguhnya di atas segala-galanya, melebihi dan menembus batas-batas sekat apa pun, termasuk sekat-sekat politik. Cara kita memimpin, cara kita membangun, dan mengorientasikan diri harus dari sisi kemanusiaan yang paling besar dan paling hakiki,” ujarnya.
Sukirman menilai PMI sebagai organisasi yang konsisten menghadirkan aksi nyata kemanusiaan, tidak hanya saat terjadi bencana, tetapi juga melalui berbagai layanan sosial dan kesehatan bagi masyarakat.
Atas hal tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran PMI, relawan, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam misi kemanusiaan.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran PMI Kabupaten Pekalongan, para relawan, serta seluruh pihak yang telah memberikan dedikasi terbaik dalam menjalankan misi kemanusiaan ini,” katanya.
Sukirman berharap PMI terus memperkuat program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk menjaga kaderisasi melalui Palang Merah Remaja (PMR).
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat berpartisipasi aktif dalam Bulan Dana PMI 2026 sebagai bentuk penguatan solidaritas sosial.
“Bulan Dana PMI tidak hanya sekadar mengumpulkan dana, tetapi yang tidak kalah penting adalah mendorong masyarakat untuk terlibat dalam nilai-nilai kemanusiaan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sukirman juga menyerahkan penghargaan kepada kecamatan dengan pendonor darah tergiat se-Kabupaten Pekalongan.
Perwakilan PMI Provinsi Jawa Tengah, Sugiyanto, mengapresiasi penyelenggaraan Musker dan pencanangan Bulan Dana PMI. Ia berharap program yang dirumuskan dapat berjalan optimal dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Kami berharap betul untuk pelaksanaan program yang akan datang, yang hari ini sedang akan disiapkan, semoga berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sugiyanto juga meminta dukungan pemerintah daerah agar PMI dapat terus meningkatkan pelayanan kemanusiaan.
“Kami mohon dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan agar program-program kemanusiaan yang selama ini sudah sangat baik dapat menjadi lebih baik lagi ke depan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Pekalongan, Arini Harimurti Antono, menyampaikan bahwa UDD PMI Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu dari empat UDD di Jawa Tengah yang telah memiliki fasilitas alat aferesis. Selain itu, UDD juga tengah berproses menuju standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
Ia menyebut, baik UDD maupun Klinik PMI telah meraih akreditasi paripurna.
“Alhamdulillah, hasil akreditasi UDD kita ini mendapatkan predikat paripurna. Alhamdulillah. Demikian juga klinik, juga mendapat predikat paripurna,” jelasnya.
Arini menambahkan, Klinik PMI saat ini memiliki 615 peserta BPJS dengan jumlah kunjungan sepanjang 2025 mencapai 1.230 kunjungan. Ia berharap dukungan semua pihak terus menguat agar PMI mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Dukungan dari semua pihak sangat penting agar PMI dapat terus menjalankan misi kemanusiaan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan,” tandasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Rosyid































