BLORA, Lingkarjateng.id – Bupati Blora, Arief Rohman, mendorong peningkatan pemberdayaan masyarakat yang lebih optimal. Oleh karena itu ia mengusulkan penambahan anggaran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Blora ditambah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2026.
“Alokasi anggaran PKK pada Perubahan APBD dapat ditingkatkan. Sehingga berbagai program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya saat menghadiri kegiatan Kelompok Pembinaan Wilayah (POKBINWIL) New Model Tahun 2026 di Kecamatan Jiken pada Kamis, 30 Juli 2026.
Menurutnya, perekonomian di Blora mencatatkan capaian positif. Pertumbuhan ekonomi pada 2025 meningkat menjadi sekitar 5,4 persen dari tahun sebelumnya.
Bupati Blora menyebut kondisi tersebut harus terus didukung melalui penguatan sektor pertanian, peternakan, dan ketahanan pangan.
”Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah pengembangan ayam kampung,” katanya.
Berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD) Pemerintah Kabupaten Blora, kebutuhan ayam kampung sangat tinggi. Namun, sebagian besar masih dipasok dari luar daerah, khususnya Jawa Timur.
“Dulu hampir setiap rumah di desa memelihara ayam kampung, tapi sekarang jumlahnya semakin sedikit. Padahal peluang ekonominya sangat besar. Saya kira ini menjadi peluang yang tepat untuk digerakkan bersama oleh ibu-ibu PKK,” ucapnya.
Untuk mendukung program tersebut, Bupati berencana menggandeng program Corporate Social Responsibility (CSR), untuk meningkatkan populasi ayam kampung di Kabupaten Blora.
Dari program CSR itu, bantuan akan difokuskan bagi keluarga kurang mampu, dengan pendampingan teknis agar program dapat berjalan berkelanjutan.
”Nanti akan kita carikan dukungan CSR. Misalnya satu keluarga menerima sekitar 20 ekor ayam kampung, tentunya disertai pendampingan. Bahkan nantinya juga akan ada bimbingan langsung dari UGM,” ujarnya.
Jika dilakukan secara masif, sambung dia, program tersebut mampu membantu mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora. Sehingga meningkatkan ekonomi keluarga, yang sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Selain peternakan, Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mengembangkan pertanian organik, yang saat ini mengalami lonjakan permintaan pasar.
“Diharapkan Kabupaten Blora mampu membangun citra sebagai daerah penghasil beras premium, beras organik, serta buah-buahan berkualitas, sebagai bagian dari program ketahanan pangan daerah,” harapnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata peran PKK dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pasalnya, POKBINWIL sudah mampu menghadirkan berbagai inovasi. Dari bazar UMKM, pasar murah, hingga layanan publik yang langsung dirasakan masyarakat.
”Saya mengucapkan terima kasih atas inovasi yang dilakukan TP PKK, karena telah membantu kemajuan Kabupaten Blora,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Ainia Shalichah, menyampaikan bahwa kegiatan di Kecamatan Jiken merupakan rangkaian terakhir POKBINWIL Tahun 2026 yang telah dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Blora.
“POKBINWIL bukan hanya pembinaan administrasi PKK. Tapi juga menghadirkan berbagai pelayanan yang langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Pada kegiatan itu ada kunjungan PAUD, bazar produk UMKM, pasar murah, donor darah, cek kesehatan gratis, talk show kesehatan jiwa bersama Puskesmas, hingga sosialisasi dari Polres terkait maraknya judi online.
Selain itu, dilaksanakan gerakan sedekah buku, sebagai upaya menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat. Sehingga ia mengajak seluruh peserta, untuk berpartisipasi menyumbangkan buku-buku yang layak baca, agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
”Buku-buku yang terkumpul nantinya akan kami salurkan ke perpustakaan desa maupun sekolah-sekolah yang membutuhkan,” katanya.
Ia berharap, kegiatan sederhana yang dilakukan secara bersama memberi dampak secara keberlanjutan, dengan meningkatnya minat baca dan memperluas akses literasi bagi masyarakat Blora.
“Semoga gerakan sederhana ini dapat menjadi ikhtiar bersama, untuk meningkatkan minat baca dan memperluas akses literasi bagi anak-anak serta masyarakat di Kabupaten Blora,” tuturnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa































