PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di UMKM Center Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, terus menunjukkan geliat positif. Hal ini terlihat dari ramainya kawasan tersebut saat kegiatan “Ngopi Bareng Bakul Jajan” yang dihadiri unsur Forkopimda, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), serta ratusan masyarakat.
Setiap akhir pekan, khususnya Jumat hingga Minggu, UMKM Center menjadi destinasi favorit warga. Sejak pukul 06.00 hingga 10.00 WIB, masyarakat memadati lokasi untuk berolahraga sekaligus menikmati beragam kuliner, mulai dari makanan ringan hingga hidangan khas Pekalongan.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir menegaskan, UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi rakyat. Menurutnya, sektor ini terbukti mampu bertahan dalam berbagai situasi, sehingga perlu terus didukung oleh pemerintah daerah.
“UMKM itu kekuatan ekonomi rakyat yang harus terus ditumbuhkan, karena terbukti tahan terhadap situasi apa pun. Karena itu, pemerintah daerah harus mendorong dan memfasilitasi, supaya mereka bisa tetap berusaha dengan nyaman dan layak,” ujarnya, Jumat, 8 Mei 2026.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh, menjelaskan bahwa UMKM Center Kedungwuni yang dibangun sejak 2017 kini kembali dioptimalkan. Meski sempat terdampak pandemi COVID-19, kawasan tersebut tetap difungsikan sebagai pusat pelatihan UMKM, baik manajerial maupun vokasional.
Menurutnya, keberadaan sirkuit di kawasan tersebut turut mendorong peningkatan aktivitas masyarakat, sehingga membuka peluang pengembangan UMKM, khususnya sektor kuliner.
“Sekarang ini menjadi wahana masyarakat untuk berolahraga, dan ini jadi kesempatan untuk mengaktifkan kembali UMKM Center, terutama untuk kuliner,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaku UMKM yang berjualan telah melalui proses kurasi dan pembinaan dari Dinkop UKM Naker, sehingga kualitas produk tetap terjaga. Selain itu, konsep yang diusung juga mengangkat kuliner tradisional khas Pekalongan sebagai upaya mengenalkan warisan kuliner kepada generasi muda.
Ke depan, Pemkab Pekalongan berencana mengembangkan UMKM Center dengan sistem klaster. Saat ini, pengembangan baru difokuskan pada klaster kuliner, namun akan diperluas ke sektor lain seperti kerajinan, fesyen, hingga digital marketing.
“Setelah ini kita akan lakukan kurasi untuk klaster lain seperti kerajinan, fashion, dan juga digital marketing, sehingga masyarakat tidak hanya datang untuk makan, tapi juga bisa membeli produk lainnya,” ungkap Siti.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan perbaikan sarana dan prasarana. Mengingat usia bangunan yang hampir mencapai sembilan tahun, sejumlah fasilitas dinilai perlu direhabilitasi.
“Tahun ini kita rencanakan rehabilitasi, seperti penutupan bagian atas, pengecatan, dan penambahan fasilitas pendukung seperti tempat cuci piring. Insya Allah segera dikerjakan, dan ditargetkan selesai menjelang akhir tahun,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Rosyid






























