BATANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menggulirkan program rehabilitasi sekitar 14 ribu rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah melalui penyediaan hunian yang lebih layak.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Batang, Tatang Sontani, mengatakan sebanyak 161 unit RTLH akan diperbaiki pada 2026 menggunakan anggaran dari APBD Kabupaten Batang.
“Peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui hunian yang layak menjadi prioritas yang tak bisa ditawar. Oleh karena itu, pada tahun ini, kami menggulirkan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni untuk memastikan warga kurang mampu bisa tidur dengan nyenyak pada bangunan yang kokoh,” katanya di Batang, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurut Tatang, program rehabilitasi dilakukan secara bertahap dengan alokasi bantuan sebesar Rp18,5 juta untuk setiap rumah. Dana tersebut digunakan untuk biaya tenaga kerja dan pembelian material bangunan.
“Bantuan Rp18,5 juta ini, skemanya Rp2,5 juta untuk upah tenaga kerja dan sisanya murni untuk pengadaan material. Yang belum tersentuh ada sekitar 14 ribu rumah, itu bisa bertambah bisa juga berkurang,” katanya.
Ia menjelaskan, keterbatasan kemampuan APBD membuat pemerintah daerah harus mencari dukungan tambahan dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Pemkab Batang, lanjut dia, terus melakukan koordinasi dengan kementerian terkait dan Pemprov Jateng guna mempercepat penanganan RTLH di wilayah tersebut.
“Kita terus berupaya ke Kementerian Perumahan Rakyat dan Provinsi Jateng untuk mempercepat pengurangan jumlah RTLH di daerah ini,” katanya.
Selain itu, pemerintah daerah juga menerapkan sistem perencanaan n-1 dalam pelaksanaan program rehabilitasi rumah. Melalui sistem tersebut, rumah yang diperbaiki pada tahun berjalan merupakan hasil verifikasi dan perencanaan dari tahun sebelumnya.
“Langkah ini diambil agar bantuan yang disalurkan oleh Bupati Batang benar-benar tepat sasaran, memiliki data administrasi yang kuat, dan memberikan dampak nyata bagi pengentasan kemiskinan ekstrem di daerah,” katanya.
Jurnalis: Ant
Editor: Rosyid






























