KAB. SEMARANG, Lingkarjateng.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mendorong generasi muda memaksimalkan pemanfaatan teknologi guna menciptakan inovasi di sektor pangan nasional. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan “Samkensaba Gumregah 2026” di SMKN 1 Bawen, Kabupaten Semarang, Kamis, 23 April 2026.
Kegiatan tersebut diisi dengan beragam agenda, mulai dari panen raya edamame, job fair, hingga edu expo yang melibatkan siswa dan pelaku industri.
Dalam kesempatan itu, Zulhas menekankan pentingnya rasa ingin tahu yang tinggi di kalangan pelajar agar mampu melahirkan teknologi baru di bidang pangan.
“Ada kan contohnya banyak petani di Tiongkok bisa jual kedelainya dengan harga yang tinggi,” katanya.
Ia menilai, pemanfaatan teknologi, termasuk rekayasa genetik, dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi. Hal tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Zulhas juga mencontohkan sistem pembibitan ayam berjenjang, mulai dari Grand Parent Stock (GPS), Parent Stock (PS), hingga Day Old Chick (DOC) yang menghasilkan Final Stock (FS) untuk konsumsi.
“Di sini tadi saya juga melihat ayam yang dari pembibitan Grand Parent Stock (GPS) turun dan menghasilkan Parent Stock (PS), turun lagi ke Day Old Chick (DOC) dan DOC hasilnya itu tadi Final Stock (FS) yang dipergunakan untuk konsumsi,” terangnya.
Menurutnya, penggunaan teknologi dalam sektor peternakan mampu menghasilkan produktivitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.
“Karena ayam-ayam di sekolah ini sudah ada rekayasa genetik beda dengan kondisi ayam kampung kita dimana satu tahun belum tentu itu punya berat satu kilogram,” imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa intervensi teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi biaya produksi pangan, termasuk komoditas kedelai.
“Kedelai juga harus ada intervensi teknologi karena dengan adanya intervensi teknologi ini akan meningkatkan produktivitas hasil pangan, sehingga dengan demikian biayanya bisa diturunkan, termasuknya kedelai juga,” katanya.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Rosyid
































