BLORA, Lingkarjateng.id – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Blora memastikan kebijakan regrouping atau penggabungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) akan mulai dilaksanakan pada 2026. Sebanyak 36 SDN ditetapkan untuk digabung menjadi 18 sekolah hasil penataan.
Sekretaris Dindik Blora, Nuril Huda, mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan visitasi lapangan, evaluasi, serta kajian menyeluruh terhadap kondisi sekolah.
“Dari 29 SD rencana awal yang masuk nominasi, setelah kita lakukan visitasi, evaluasi dan kajian akhirnya kita putuskan 18 sekolah yang kita regrouping,” ujarnya di Blora, Jumat, 27 Maret 2026.
Ia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah masih memproses penerbitan surat keputusan (SK) sebagai dasar hukum pelaksanaan kebijakan tersebut. Setelah SK terbit, regrouping akan segera diterapkan.
Menurut Nuril, penggabungan dilakukan untuk menata kembali sekolah-sekolah dengan kondisi kurang optimal agar lebih efektif dan efisien. Dengan regrouping, jumlah siswa dalam setiap rombongan belajar (rombel) serta ketersediaan tenaga pendidik diharapkan menjadi lebih seimbang.
“Awalnya sekolah yang kita gabung kan tidak sehat, namun setelah di-regrouping nantinya jumlah siswa per rombel atau per kelas menjadi ideal, jumlah guru per satuan juga ideal,” paparnya.
Selain faktor jumlah siswa dan guru, kondisi sarana prasarana juga menjadi pertimbangan utama. Sekolah hasil penggabungan diharapkan memiliki fasilitas yang lebih memadai dan lingkungan belajar yang lebih kondusif sehingga mampu mendorong peningkatan prestasi siswa.
“Keputusan ini juga merupakan sebuah layanan kepada peserta didik untuk menuju pendidikan yang berkualitas untuk semuanya,” pungkasnya.
Adapun 18 pasangan SDN yang akan di-regrouping tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Blora, yakni:
- SDN 1 Sambongwangan dengan SDN 3 Sambongwangan
- SDN 2 Bakah dengan SDN 1 Bakah
- SDN 1 Ngilen dengan SDN 2 Ngilen
- SDN 1 Tempel dengan SDN 2 Tempel
- SDN 2 Kamolan dengan SDN 3 Kamolan
- SDN 2 Kalangan dengan SDN 1 Kalangan
- SDN 1 Sonokulon dengan SDN 2 Sonokulon
- SDN 1 Bicak dengan SDN 2 Bicak
- SDN 1 Ngawen dengan SDN 3 Ngawen
- SDN 1 Gembyungan dengan SDN 3 Gembyungan
- SDN 1 Sidorejo dengan SDN 2 Sidorejo
- SDN 1 Kedungtuban dengan SDN 2 Kedungtuban
- SDN 1 Kapuan dengan SDN 2 Kapuan
- SDN 1 Tegalgunung dengan SDN 2 Tegalgunung
- SDN 1 Patalan dengan SDN 2 Patalan
- SDN 2 Bangkle dengan SDN 1 Bangkle
- SDN 1 Bedingin dengan SDN 3 Bedingin
- SDN 1 Kutukan dengan SDN 4 Kutukan.
Jurnalis: Hanafi
Editor: Rosyid
































