KUDUS, Lingkarjateng.id — Insiden mengejutkan terjadi di kawasan Simpang Tujuh Kudus, Minggu, 22 Maret 2026 pagi. Sebuah gerai makanan cepat saji, Burger Bangur, ambruk secara tiba-tiba sekitar pukul 07.30 WIB.
Meski bangunan mengalami kerusakan cukup parah, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa tersebut terjadi saat kondisi gerai sedang sepi. Situasi ini justru menjadi faktor yang menyelamatkan, mengingat sebelumnya lokasi itu sempat dipadati pembeli.
Khoirul (21), salah satu karyawan, menceritakan detik-detik sebelum kejadian.
Ia mengaku baru saja menyelesaikan shift malam dan hendak beristirahat di bagian belakang toko ketika suara mencurigakan terdengar.
“Tiba-tiba saja ambruk. Sebelumnya tidak ada tanda-tanda apa pun, hanya terdengar suara ‘kretek-kretek’ sebentar,” ujarnya.
Ia menambahkan, sekitar satu setengah jam sebelum kejadian, tepatnya pukul 06.00 WIB, gerai tersebut masih dipenuhi antrean pembeli. Kondisi yang berubah drastis dalam waktu singkat itu membuat kejadian ini terasa semakin mengejutkan.
Petugas dari kepolisian yang datang ke lokasi memastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut.
Iptu Zubaidi menyebutkan bahwa saat kejadian, area gerai memang dalam kondisi kosong.
“Saat peristiwa terjadi, posisi gerai sedang sepi. Hanya ada beberapa kendaraan milik karyawan dan petugas kebersihan di sekitar lokasi,” jelasnya.
Pihak kepolisian menduga penyebab utama ambruknya bangunan adalah faktor usia konstruksi yang sudah tua.
Hal ini diperkuat dengan kondisi cuaca saat kejadian yang terpantau cerah, tanpa hujan maupun angin kencang.
“Kemungkinan karena usia bangunan. Tidak ada faktor cuaca ekstrem saat kejadian,” tambahnya.
Akibat kejadian tersebut, bagian depan bangunan dan atap berbahan galvalum mengalami kerusakan parah.
Material bangunan tampak berserakan hingga area sekitar gerai.
Warga sekitar bersama petugas kepolisian langsung bergerak cepat melakukan pembersihan puing-puing.
Upaya ini dilakukan agar tidak mengganggu akses jalan serta aktivitas di kawasan yang dikenal sebagai pusat keramaian tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin terhadap kondisi bangunan, terutama di kawasan publik dengan aktivitas tinggi.
Beruntung, kejadian ini tidak menelan korban jiwa, meski sempat menimbulkan kepanikan warga di sekitar lokasi.
Hingga kini, proses pembersihan masih terus dilakukan, sementara penyelidikan lebih lanjut terkait kondisi struktur bangunan juga akan dilakukan untuk memastikan keamanan di area tersebut.
Jurnalis: Fahtur Rohman
Editor: Sekar S































