PATI, Lingkarjateng.id – Sorotan terkait penanganan jalan di Kabupaten Pati belum berakhir. Gerakan Masyarakat Tolak Korupsi (Germap) alias Germap koordinator Yayak Gundul mempersoalkan proses pengadaan lelang untuk menentukan kontraktor pekerjaan.
Berdasarkan hasil audiensi bersama DPUTR Pati pada Selasa, 9 Juni 2026 Yayak menilai Kabid Bina Marga Hasto Utomo, tidak bisa menjelaskan secara gamblang bagaimana proses lelang sampai penentuan kontraktor jalan.
Oleh karena itu, Germap bakal kembali mengadakan audiensi dengan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), Selasa, 16 Juni 2026.
“Selasa depan kita jadwalkan audiensi dengan Kabag ULP yang mana itu adalah bidang yang membidangi pengadaan barang, hubungannya dengan kontrak lelang. Mengingat kemarin kita audiensi ke DPUTR pernyataannya sangat kesulitan melakukan lelang dan kontrak dengan kontraktor. Oleh sebab itu kita geser ke Kabag ULP,” ungkap Yayak.
Dalam audiensi itu, Germap bakal mempertanyakan skema lelang. Pasalnya proses lelang yang sudah ditentukan kontraktor sampai saat ini belum ada tanda-tanda perbaikan dan terkesan lambat.
“Mudah-mudahan kita mendapatkan informasi baru, supaya keterbukaan informasi ini terbuka, uang rakyat ini digunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan rakyat,” imbuhnya.
Menurutnya, audiensi ini merupakan bentuk konsistensi Germap dalam pengawalan proses pekerjaan jalan yang mana anggarannya mencapai Rp210 miliar.
“Kita tetap konsisten kasal anggaran Rp210 miliar supaya tidak salah sasaran dan bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Kita juga tidak bosan mengingatkan Pak Chandra untuk segera cepat-cepat dipakai untuk perbaikan jalan,” tandasnya.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network
Editor: Sekar































