Kab.Semarang (lingkarjateng.id) – Pemerintah Kabupeten (Pemkab) Semarang melakukan berbagai upaya dan antisipasi dalam menanggulangi bencana kekeringan, hingga gagal panen di sektor pertanian pada musim kemarau tahun ini.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diperkirakan berlangsung selama 5 hingga 7 bulan dengan kondisi cuaca yang lebih panas dan kering dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro mengungkapkan bahwa, BPBD Kabupaten Semarang telah memetakan sejumlah wilayah rawan serta menyiagakan pasokan air bersih hingga ratusan ribu liter.
“Terkait dengan musim kemarau ini, prediksi BMKG berlangsung 5 sampai 7 bulan dan kekeringannya lebih kering, artinya lebih panas untuk di wilayah Kabupaten Semarang,” kata Alex pada Kamis (23/7/2026).
Untuk mengantisipasi krisis air bersih, BPBD Kabupaten Semarang telah mengalokasikan anggaran pengadaan air bersih sebanyak 150 tangki.
“Di mana tiap tangki ini memiliki kapasitas 5.000 liter. Sehingga, total pasokan yang disiapkan mencapai 750.000 liter, dan saat ini telah dikirim 16 tangki ke permukiman warga yang sudah mulai terdampak kekeringan,” sebutnya.
Hingga saat ini, kata Alex pendistribusian air bersih telah menyasar enam desa terdampak di Kabupaten Semarang. Diantaranya yaitu di Desa Kalikayen (Ungaran Timur), Desa Kemitir (Sumowono), Desa Bantal (Bancak), Desa Plumutan (Bancak), Desa Rembes (Bringin), dan Desa Wiru (Bringin).
Total air yang sudah disalurkan mencapai 16 tangki, di mana setiap wilayah, bebernya ini rata-rata mengajukan pengiriman air setiap tiga hingga empat hari sekali dengan standar distribusi 1 tangki untuk 100 jiwa.
Dalam pelaksanaannya, BPBD Kabupaten Semarang berkolaborasi dengan lintas sektor baik itu dengan Dinas Sosial (Dinsos), PDAM, hingga CSR perusahaan dan perbankan.
“Sampai saat ini permintaan pengiriman pasokan air bersih paling tinggi terjadi di Desa Kemitir di Kecamatan Sumowono, di mana dropping dilakukan dua hari sekali,” bebernya.
Siaga Karhutla
Untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Semarang, Alex mengungkapkan sejumlah wilayah rawan terjadi karhutla, seperti di Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, Hutan Penggaron, hingga pemukiman warga.
Dalam mengatasi dan penanganannya, BPBD Kabupaten Semarang telah berkoordinasi dengan pihak Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) khusus untuk wilayah di sekitar Gunung Merbabu dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Semarang.
BPBD Kabupaten Semarang telah menyiagakan lima unit alat semprot air (alkon) yang merupakan bantuan dari BNPB yang memiliki jangkauan semprot hingga radius 3 kilometer.
“Alat tersebut untuk mempermudah pemadaman di area perbukitan yang lokasinya sulit dijangkau dengan armada tangki air. Jika tidak pakai alat ini akan sulit menjangkau titik-titik api yang ada di area gunung tersebut,” lanjut Alex. ***
Jurnalis : Hesty Imaniar
Editor : Redaksi
































