PURWOREJO, Lingkarjateng.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 36 Fakultas Teknik Program Studi Teknik Kimia Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan inovasi ramah lingkungan berupa EM4 (Effective Microorganisms 4) alami berbahan bonggol pisang dan air leri di Desa Tangkisan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.
Program ini ditujukan untuk membantu warga mengurangi bau tidak sedap limbah ternak sekaligus mendorong pengelolaan limbah peternakan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Inovasi tersebut merupakan hasil pengembangan mahasiswa Teknik Kimia UNDIP yang tergabung dalam Tim KKN-T 36, yakni Amelia Pratiwi, Dzikrina Sekar Izzati, Hadasa Dyah Budi Erawati, Nadya Dewi Larasati, dan Benaya Matius Marpaung.
Produk alternatif EM4 ini diberi nama “Monana”, yang dibuat dengan memanfaatkan limbah bonggol pisang yang mudah ditemukan di lingkungan desa.
Monana dibuat melalui proses fermentasi selama tujuh hari hingga menghasilkan cairan berwarna cokelat kekuningan yang kemudian dikemas dalam botol berukuran 1 liter.
Produk ini dirancang agar ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah dibuat secara mandiri. Kandungan mikroorganisme hasil fermentasi berfungsi mempercepat penguraian kotoran ternak serta menekan timbulnya bau tidak sedap di kandang.

Sosialisasi Monana dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah, menyasar warga yang memiliki kandang ternak. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan singkat dan mudah dipahami mengenai manfaat, fungsi, serta cara penggunaan Monana, disertai poster edukatif dan video panduan sebagai media pendukung.
Selain mendapatkan materi sosialisasi, warga juga dibekali buku panduan praktis serta satu botol produk Monana untuk dapat langsung diaplikasikan pada limbah ternak.
Melalui pendekatan ini, Tim KKN-T 36 UNDIP berharap Monana dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat sebagai solusi sederhana, murah, dan ramah lingkungan untuk mengatasi permasalahan bau limbah ternak di Desa Tangkisan.
“Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi ini memberikan manfaat yang nyata bagi saya sebagai pemilik ternak. Penjelasan mengenai pembuatan EM4 alami berbahan bonggol pisang dan air leri menambah pemahaman bahwa limbah organik dapat dimanfaatkan secara mandiri untuk membantu mengurangi bau kotoran ternak,” ujar Rahma, salah satu pemilik ternak sapi di Desa Tangkisan, Minggu, 18 Januari 2026.
“Proses pembuatannya relatif sederhana dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh, sehingga berpotensi untuk diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan peternakan,” sambungnya.
Melalui program ini, Tim KKN-T 36 Teknik Kimia UNDIP tidak hanya menghadirkan inovasi berbasis pemanfaatan limbah organik, tetapi juga berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah ternak yang ramah lingkungan.
Diharapkan, kehadiran Monana dapat menjadi solusi aplikatif yang berkelanjutan serta mendorong kemandirian masyarakat Desa Tangkisan dalam menciptakan lingkungan peternakan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.
































