Salatiga (lingkarjateng.id) – Prestasi membanggakan ditorehkan Tim Basket Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga. Pada ajang Campus League 2026 Basketball Regional Yogyakarta, tim putra sukses raih gelar juara, dan tim putri tampil impresif menjadi runner up.
Kompetisi yang digelar di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo Universitas Islam Indonesia (UII), Sleman, Kamis 7 Mei 2026 itu, menjadi panggung dominasi UKSW di level mahasiswa kawasan DIY dan Jawa Tengah.
Tim Basket Putra UKSW berhasil keluar sebagai champions setelah menaklukkan Universitas Semarang (USM) dengan skor ketat 60-54 di partai final. Kemenangan ini terasa spesial karena UKSW mampu mempertahankan gelar juara di tengah persaingan 13 tim perguruan tinggi.
Sementara itu, Tim Basket Putri UKSW juga menunjukkan performa gemilang hingga berhasil menembus babak final sebelum akhirnya harus mengakui kemenangan Soegijapranata Catholic University (SCU).
Pelatih Tim Basket UKSW, Revan Jonathan, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian timnya yang dinilai menjadi hasil nyata dari kerja keras dan disiplin latihan para pemain.
“Tim bisa membawa nama harum UKSW, tidak hanya di Jawa Tengah dan DIY tetapi juga sampai di nasional,” ungkapnya.
Direktur Direktorat Kemahasiswaan UKSW, Giner Maslebu, menyebut keberhasilan itu hasil pembinaan mahasiswa yang dilakukan secara terstruktur oleh tim kepelatihan dan manajemen Satya Wacana Salatiga (SWS), dengan dukungan penuh pimpinan kampus dan civitas academica.
Menurutnya, prestasi olahraga mahasiswa menjadi bukti bahwa mahasiswa UKSW mampu menyeimbangkan kemampuan akademik dan non akademik.
“Prestasi ini mencerminkan iklim kompetisi positif di kalangan mahasiswa UKSW, di mana mereka mampu menyeimbangkan prestasi akademik dengan prestasi olahraga,” katanya.
Keberhasilan di tingkat regional ini sekaligus memastikan Tim Basket UKSW melangkah ke kompetisi tingkat nasional yang akan berlangsung pada Juni 2026 mendatang.
Menghadapi kompetisi nasional, Coach Revan menegaskan timnya akan segera melakukan evaluasi dan meningkatkan intensitas latihan agar mampu bersaing dengan tim terbaik dari berbagai daerah.
“Kita hanya punya waktu kurang dari sebulan untuk menghadapi tingkat nasional. Tetapi kami percaya ketika anak-anak fokus menjalani latihan, tim tetap bisa bersaing,” tegasnya. ***
Jurnalis : Angga Rosa
Editor : Fian






























