Semarang (lingkarjateng.id) – Inovasi di pelbagai bidang terus mengalami pertumbuhan yang signifikan, dan berdampak terhadap perkembangan ekonomi daerah di Kabupaten Semarang. Hal itu ditunjukkan dalam kegiatan Lomba Krenova Tahun 2026.
Pada Lomba Krenova Tingkat Kabupaten Semarang Tahun 2025, SMP Negeri 2 Kaliwungu Kabupaten Semarang berhasil meraih Juara Pertama dalam menciptakan inovasi Ratumangsa, yakni Radius Satu Meter Ambil Sampah sebuah aplikasi game berbasis AI MOBA Sampah.
Salah satu siswa Kelas IX D, di SMP Negeri 2 Kaliwungu, Daniela Rena Arneta bahwa inovasi tersebut bermula dari rasa prihatin, melihat banyak siswa di sekolah yang acuh untuk membuah sampah pada tempatnya.
“Jadi awalnya banyak siswa yang malas buang sampah di tempatnya, tidak hanya itu, mereka juga malas ketika melihat sampah tidak dipungut untuk dibuang ke tempat sampah,” ungkapnya, Kamis (5/11).
Menyikapi kondisi itu, ia bersama siswa lainnya terdiri dari, Galih Santos, Yordy, Gracia, dan Alya menciptakan inovasi Ratumangsa untuk mengubah perilaku siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan dan peka untuk membuang sampah pada tempatnya.
“Jadi teman-teman pengguna game ini dapat memindai sampah-sampah yang ada dengan aplikasi game ini, jadi di game ini nanti akan tahu jenis sampahnya apa, dan juga soal berapa kadar karbon yang dapat diurai dari sampah itu,” jelasnya.
Setiap sampah-sampah yang dibuang di tempat sampah oleh siswa dengan menggunakan aplikasi game itu, maka akan ada poin yang di dapat siswa. “Hadiahnya berupa uang saku, jadi mereka akhirnya berlomba-lomba membuang sampah di tempatnya,” tegasnya.
Proses pembuatan aplikasi game tersebut terbilang cukup cepat, yaitu hanya berkisar satu bulan dan terus dikembangkan agar memiliki fitur-fitur yang jauh lebih menarik. Aplikasi game dibuat untuk mengajak siswa di sekolah untuk lebih disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kaliwungu sekaligus Guru Pembimbing, Agung Nugroho menjelaskan aplikasi itu dibuat agar siswa mau membuang sampah dengan cara yang unik.
“Inovasi ini juga karena di sekolah kami ada kelas coding, dan digitalisasi juga digalakkan di sekolah kami atas instruksi dari pemerintah, sehingga terciptalah aplikasi game ini,” paparnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapperida Kabupaten Semarang, M Muslih menyatakan kegiatan Krenova tahun 2026 ini mengusung tema “Keluarga Cerdas Mewujudkan Inovasi yang Tangguh dan Berdaya Saing Dalam Memilih Obat dan Makanan yang Aman”.
“Kegiatan ini digelar dalam rangka untuk mengakomodir atau menggali inovasi-inovasi bagi masyarakat dari berbagai kategori, mulai dari perangkat daerah, serta kategori pelajar dari jenjang SMP, serta SMA/SMK,” kata Muslih, Kamis (5/11).
Dikatakan setidaknya 107 inventor turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya diikuti total 78 inventor.
“Artinya antusias masyarakat untuk membuat berbagai inovasi-inovasi ini sangat tinggi. Sehingga diharapkan dengan adanya inovasi-inovasi dari berbagai kalangan masyarakat ini dapat mendukung pada pertumbuhan ekonomi daerah,” terangnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang berharap kegiatan itu berdampak pada penekanan angka pengangguran terbuka. “Jadi harapannya dengan inovasi yang dihasilkan para inventor ini bisa menekan angka pengangguran, menurunkan angka stunting, dan lainnya,” bebernya.
Termasuknya di sektor UMKM, banyak UMKM di Kabupaten Semarang yang juga terus berkreasi dan berinovasi. Dari UMKM merubah bahan dasar mentah menjadi barang jadi.
“Banyak UMKM yang akhirnya beralih menjual produk-produk barang jadi. Diharapkan bisa menumbuhkan ekonomi UMKM dan jumlahnya mengalami peningkatan,” imbuhnya.
Berdasarkan catatan Bapperida, pihaknya tahun ini telah mengunggah setidaknya 61 inovasi ke Sistem Informasi Pemetaan Hasil Penelitian dan Pengembangan (Sitalitbang), dan jumlah tersebut lebih banyak di banding tahun lalu yang hanya 48 inovasi. (Lingkar Network/Hesty)***
Editor : Ady Arfian
































