MAGELANG, Lingkarjateng.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan penguatan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga untuk mengantisipasi penimbunan dan permainan harga bahan pokok menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Luthfi menegaskan bahwa pemerintah harus memastikan stok dan harga bahan pokok terjangkau sebelum memasuki periode peningkatan kebutuhan masyarakat.
Pihaknya juga meminta seluruh bupati dan wali kota untuk meyiapkan langkah-langkah antisipasi.
Pengawasan harga pangan akan dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, termasuk Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah, pemerintah provinsi, dan kejaksaan.
“Semuanya akan ikut bersama-sama membentuk suatu tim untuk melakukan pengawasan wilayah,” ucapnya saat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Sinergi Pengendalian Inflasi Pangan (SIGAP) 2026, di Pendopo Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang, Kamis 5 November 2026.
Selain itu, Luthfi meminta kepala daerah memperkuat distribusi bahan pokok dari wilayah surplus ke daerah yang membutuhkan.
Salah satu yang perlu diperhatikan yakni komoditas seperti bawang merah dan cabai, karena perbedaan kemampuan produksi antardaerah dapat memengaruhi stabilitas harga.
Badan usaha milik daerah (BUMD) juga diminta mengoptimalkan perannya sebagai offtaker atau penyerap hasil produksi petani. Pemerintah kabupaten/kota didorong aktif menjalin kerja sama antardaerah tanpa hanya mengandalkan koordinasi antarpedagang.
“Bagi daerah defisit, jalin kerja sama antardaerah dengan daerah surplus. Tidak usah gengsi. Jangan pedagangnya yang koordinasi antarpedagang, kepala daerah yang koordinasi,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemprov Jateng dan pemerintah daerah mendorong operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) terus digencarkan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Sebab, pengendalian inflasi bukan pekerjaan yang dapat dilakukan secara mendadak ketika harga sudah melonjak. Karenanya, pemerintah daerah harus memiliki pemetaan stok, kebutuhan, serta jalur distribusi bahan pangan untuk mengantisipasi gejolak harga sejak dini.
Editor: Ulfa

































