BLORA, Lingkarjateng.id – Bupati Blora Arief Rohman menyalurkan bantuan kepada 59 keluarga korban rumah rusak akibat angin kencang yang baru-baru ini terjadi.
Total bantuan yang disalurkan senilai Rp143,6 juta. Untuk Desa Nglandeyan Kedungtuban, terdapat sebanyak 10 penerima manfaat dengan total dana mencapai Rp35,5 juta.
Selanjutnya dari beberapa desa di Kecamatan Cepu 49 penerima manfaat, dengan total dana Rp108,1 juta atau hampir tiga perempat dari keseluruhan dana.
Dengan demikian, rata-rata bantuan yang diterima setiap keluarga sekitar Rp2,4 juta, sedikit di atas Rp3,5 juta per penerima di Nglandeyan dan sekitar Rp2,2 juta per penerima di Cepu.
“Bantuan itu diarahkan untuk menutup biaya perbaikan rumah yang rusak akibat terjangan angin kencang,” ujar Bupati Blora saat memberikan bantuan, Selasa, 3 November 2026.
Bupati Blora berharap dana yang disalurkan tidak diukur dari besaran nominalnya. Kendati demikian, ia berharap dapat membantu mempercepat warga kembali menempati hunian layak.
“Penyaluran bantuan ini sebagai wujud kehadiran negara di tengah warga yang sedang kesulitan. Karena bencana dapat datang sewaktu-waktu dan tidak pernah diharapkan,” ungkapnya.
Penyaluran bantuan ini melibatkan banyak pihak. Ada kontribusi pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Baznas yang bergerak cepat merespons kejadian.
“Keterlibatan Baznas menunjukkan penanganan dampak bencana tidak hanya bertumpu pada anggaran pemerintah, tetapi juga dana zakat,” sambungnya.
Di sisi lain, Bupati Blora menyebut bencana ini kembali menjadi peringatan bagi wilayah yang tengah memasuki periode rawan cuaca ekstrem.
Sehingga pihaknya mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga lingkungan sekitar, dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana serupa.
“Diharapkan warga terdampak segera bangkit dan kembali beraktivitas normal. Sehingga dapat meningkatkan kesiapsiagaan bencana,” katanya.
Pihaknya juga berpesan kepada penerima bantuan agar dimanfaatkan sesuai kebutuhan, terutama untuk memperbaiki kerusakan akibat angin kencang. (adv)
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa
































