BLORA, Lingkarjateng.id – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Amerta
atau yang dikenal PDAM Kabupaten Blora mencatat realisasi laba kotor sebesar Rp2,9 miliar hingga September 2026. Capaian tersebut melampaui target laba tahun 2026 sebesar Rp2,37 miliar.
Direktur Utama Perumda Tirta Amerta Blora, Yan Riya Pramono mengatakan capaian tersebut merupakan laba sebelum dikurangi pajak. Menurutnya, peningkatan kinerja keuangan perusahaan tersebut didukung upaya memperluas jumlah pelanggan melalui rencana penambahan sekitar 600 sambungan rumah (SR) baru.
Sementara itu, pada tahun buku 2025, Perumda Tirta Amerta membukukan laba sekitar Rp2,02 miliar. Jumlah tersebut melampaui target laba yang ditetapkan sebesar Rp1,4 miliar.
Meski mencatat keuntungan, perusahaan belum dapat menyetorkan dividen kepada Pemerintah Kabupaten Blora. Pasalnya, masih memiliki akumulasi kerugian dari tahun-tahun sebelumnya.
“Laba yang diperoleh pada 2025, masih digunakan untuk menutup akumulasi kerugian masa lalu,” ujar Yan, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Menurutnya, peningkatan kinerja keuangan perusahaan tidak terlepas dari efisiensi operasional, optimalisasi produksi, serta efektivitas penagihan pelanggan yang mencapai sekitar 94 persen.
Untuk mendorong pertumbuhan pelanggan pada 2026, perusahaan juga melanjutkan program promosi pemasangan sambungan baru dengan tarif Rp999.999 pada momen tertentu.
“Ke depan, strategi pengembangan perusahaan difokuskan pada optimalisasi produksi, perluasan jaringan distribusi, serta peningkatan jumlah pelanggan guna mendorong pertumbuhan laba secara berkelanjutan,” ujarnya.
Namun, ia menyebut pengembangan jaringan masih menghadapi tantangan keterbatasan infrastruktur di tengah meningkatnya permintaan masyarakat terhadap layanan air bersih.
Sebagai perbandingan, pada tahun buku 2024, Perumda Tirta Amerta mencatat laba bersih sebesar Rp1,292 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp739 juta.
Berdasarkan laporan hasil audit Kantor Akuntan Publik (KAP), pendapatan operasional perusahaan juga mengalami pertumbuhan secara tahunan (year-on-year) sebesar Rp1,5 miliar, dari Rp27 miliar pada 2023 menjadi Rp28,782 miliar pada 2024.
Efektivitas penagihan pelanggan yang mencapai sekitar 94 persen setiap bulan turut memberikan kontribusi positif terhadap arus kas perusahaan.
“Sesuai kebijakan perusahaan, sebanyak 55 persen dari laba bersih setelah pajak dialokasikan sebagai dividen untuk Pemerintah Kabupaten Blora selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM),” ujarnya.
Pada tahun buku 2023, dari laba bersih sebesar Rp739 juta, perusahaan menyetorkan dividen sebesar Rp400 juta atau sekitar 54,13 persen.
Sementara itu, pada tahun buku 2024, dari laba bersih sebesar Rp1,292 miliar, dividen yang direncanakan mencapai Rp700 juta atau sekitar 54,18 persen. Namun, penyetoran dividen tersebut belum dapat direalisasikan karena ketentuan regulasi yang berlaku.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Sekar
































