BLORA, Lingkarjateng.id – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Blora menambah pasokan gas LPG 3 kilogram untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, mengatakan KDKMP terus mengupayakan penambahan pasokan LPG 3 Kg. Salah satu gerai yang mendapat tambahan pasokan adalah KDKMP Desa Blungun, Kecamatan Jepon. Dalam dua hari terakhir, koperasi tersebut menerima tambahan pasokan 240 tabung LPG 3 kg.
Selain LPG, KDKMP juga mulai menyalurkan pupuk bersubsidi jenis Urea dan Phonska mulai dilakukan melalui gerai-gerai KDKMP. Masing-masing jenis pupuk disalurkan sebanyak 1 ton.
“Penambahan pasokan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh barang kebutuhan sehari-hari,” jelas Yudhi, Kamis, 29 Oktober 2026.
Manfaat keberadaan KDKMP mulai dirasakan warga, terutama dari sisi harga dan jarak pembelian. Jasman, warga Mblungun RT 04 RW 01 mengaku terbantu karena bisa membeli LPG dengan harga lebih murah dibandingkan tempat lain.
Ia menyebut, sebelumnya membeli LPG 3 kg di luar KDKMP dengan harga Rp 23 ribu per tabung. Kini, ia bisa mendapatkannya di koperasi dengan harga Rp 16 ribu.
“Kami sangat senang karena harganya lebih murah. Biasanya kami membeli gas di luar dengan harga Rp 23.000 per tabung, sedangkan di KDKMP harganya Rp 16.000. Jadi, lebih terjangkau dan kami tidak perlu lagi membeli ke tempat yang jauh,” ungkap Jasman.
Di tempat lain, KDKMP Desa Tambahrejo, penyaluran LPG bersubsidi juga menjadi salah satu layanan yang paling diminati masyarakat.
Manager KDKMP Tambahrejo, Arumsari Ramadhani mengatakan koperasinya menyalurkan sekitar 300 tabung LPG subsidi setiap bulan.
“Dalam setiap pengiriman, sebanyak 75 tabung biasanya habis terjual dalam waktu tiga hingga empat hari,” katanya.
Untuk memastikan distribusi tepat sasaran, pembelian LPG di KDKMP Tambahrejo diprioritaskan bagi warga sekitar. Pembeli wajib menunjukkan identitas berupa KTP dan kartu keluarga saat pembelian pertama. Selanjutnya, warga cukup menunjukkan KTP karena datanya telah tersimpan.
Pembelian juga dibatasi maksimal satu tabung per orang setiap pekan. Sementara itu, setiap keluarga dibatasi membeli LPG sebanyak tiga kali dalam sebulan.
Selain LPG, Minyakita dan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) turut menjadi komoditas yang banyak diminati warga di KDKMP Tambahrejo. Minyakita dijual Rp 15 ribu, sedangkan beras SPHP dibanderol Rp 58 ribu.
”Barang-barang tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Warga juga merasa terbantu dengan adanya KDKMP untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” jelasnya.
KDKMP Tambahrejo sendiri mulai beroperasi pada Juli 2026. Saat seluruh komoditas bersubsidi tersedia, koperasi tersebut mampu mencatat omzet sekitar Rp 4 juta hingga Rp 6 juta per bulan.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Sekar






























