SEMARANG, Lingkarjateng.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Jawa Tengah berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat pada 27-29 Oktober 2026.
Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang, Harits Syahid Hakim, mengatakan peningkatan intensitas hujan tersebut berkaitan dengan masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.
“Beberapa hari ke belakang dan beberapa hari ke depan akan turun hujan di beberapa wilayah. Kemarin hampir merata dan ke depannya juga, terutama tanggal 27-28 itu puncaknya, hujannya akan cukup lebat,” kata Harits, Selasa, 27 Oktober 2026.
Ia menyebut sejumlah daerah yang perlu mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat, terutama di wilayah tengah Jawa Tengah, meliputi Banyumas, Pemalang, Banjarnegara, dan Wonosobo, serta Magelang dan sekitarnya.
Potensi serupa juga diperkirakan terjadi di wilayah timur, seperti Karanganyar dan Blora, serta wilayah selatan, termasuk Temanggung dan Cilacap.
“Itu beberapa wilayah yang perlu diwaspadai dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat,” katanya.
Harits memperkirakan intensitas hujan mulai menurun pada 29 Oktober. Meski demikian, masyarakat tetap diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca karena Jawa Tengah sedang berada dalam fase transisi menuju musim hujan.
Ia menjelaskan, kondisi iklim saat ini masih dipengaruhi fenomena El Nino yang diperkirakan bertahan kuat hingga awal 2027. Sementara itu, perubahan menuju musim hujan berpotensi terjadi dengan peralihan kondisi cuaca yang cukup drastis.
“Nanti akan ada perubahan ke musim hujan, kondisinya langsung drastis. Saat ini kita sebutnya antara musim kemarau ke hujan, transisi,” tuturnya.
Berdasarkan prediksi BMKG, awal musim hujan di Jawa Tengah tidak berlangsung serentak. Sejumlah wilayah diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada awal hingga pertengahan November 2026, sedangkan daerah lainnya baru menyusul pada akhir November hingga Desember.
“Wilayah bagian tengah Jawa Tengah mulai musim hujan pada dasarian satu hingga dua November. Dasarian itu periode 10 hari,” jelasnya.
Sementara itu, wilayah Kabupaten Semarang, Boyolali, Salatiga, serta bagian selatan Kota Semarang diperkirakan memasuki musim hujan pada dasarian ketiga November atau sekitar akhir bulan.
Adapun sebagian wilayah Pantura, baik bagian barat, tengah maupun timur Jawa Tengah, serta sejumlah daerah selatan seperti Purworejo dan Wonogiri, diprediksi mulai mengalami musim hujan pada awal hingga pertengahan Desember.
Jurnalis: Lingkar Network/Rizky Syahrul Al-Fath
Editor: Muslichul Basid































