SEMARANG, Lingkarjateng.id — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memimpin doa bersama kepada atlet selam asal Kabupaten Jepara, Syabila Rizkia Putri Raharja (22), yang gugur dalam laga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Minggu, 25 Oktober 2026.
“Saya secara pribadi maupun sebagai Gubernur Jawa Tengah merasa kehilangan ananda Syabila yang mendahului kita. Seluruh yang hadir pada malam hari ini kita doakan almarhumah sacara bersama-sama,” tuturnya.
Syabila gugur saat bertanding dalam cabang olahraga selam laut sejauh 3 km di Pantai Awann Costa, Kota Semarang Minggu, 25 Oktober 2026. Ia memulai pertandingan nomor selam laut sekitar pukul 09.00 WIB. Sekitar 20 menit kemudian, ia dilaporkan tenggelam di perairan yang menjadi arena pertandingan.
Atlet Selam Jepara Meninggal saat Tanding di Porprov Jateng 2026
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko menjelaskan pertandingan selam laut di Porprov Jateng memang dipertandingkan lebih awal.
Menurutnya, Segala teknis terkait keselamatan atlet dan pertandingan sudah dipersiapkan dengan matang. Seluruh atlet yang ikut pertandingan tersebut juga sudah menyerahkan surat kesehatan dokter.
“Syabila memang atlet yang berprestasi. Sebelumnya dia bertanding dalam nomor selam kolam dan berhasil menyabet dua medali emas, dan pagi tadi mengikuti nomor selam laut dan sempat memimpin,” jelasnya.
Saat mengikuti pertandingan selam laut sejauh 3 kilometer, Syabila terlihat sempat melambaikan tangan tepat 200 meter sebelum finish. Begitu didekati oleh tim rescue Syabila masih memilih untuk melanjutkan perlombaan.
Kemudian sempat melambaikan tangan lagi, saat ditawari tim rescue (penyelamat) untuk mengakhiri lomba lebih awal yang bersangkutan menolak.
“Menjelang garis akhir, Syabila diduga mencapai batasnya sehingga tenggelam. Lalu dijemput oleh tim rescue untuk dibawa ke darat dan diberikan pertolongan pertama. Syabila sempat dibawa ke Rumah Sakit Keluarga Sehat, hasil assesment ada gagal nafas dan akhirnya meninggalkan kita semuanya,” ujarnya.
Terkait kejadian tersebut, Sujarwanto mengatakan evaluasi sudah dilakukan. Sebab, selain Syabila juga ada dua atlet lain yang mengalami masalah saat berlomba.
Usai insiden tersebut, tim penyelemat sudah diminta apabila ada atlet yang sudah menyatakan menyerah pada kesempatan pertama langsung diambil tindakan karena keselamatan nomor satu.
“Untuk nomor pertandingan lain akan kami tambah ambulans, serta tim rescue, dan kapal. Lalu ada penambahan prosedur pemeriksaan sebelum bertanding,” katanya.
Editor: Ulfa































